Uji Taring Pemberantasan Korupsi Kejati Sulselbar yang Baru di Kasus Pasar Cabbenge Soppeng

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel terus menyelidiki kasus dugaan korupsi pada pengelolaan Pasar Cabbenge, Soppeng.

Pembangunan Pasar Cabbenge di Kecamatan Lilirilau, Soppeng, dikerjakan oleh PT Pelita Griya Asrimuda tahun 2003. Hasil audit BPK menyatakan adanya indikasi penyimpangan, yang mengarah pada tindak pidana korupsi.

Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar, Djusman AR, melihat kasus ini juga menjadi ujian Kejati Sulselbar yang baru, Firdaus Dewilmar.

Djusman mendorong agar Kejati Sulsel lebih mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi soal kasus pengelolaan Pasar Cabbenge, Soppeng itu.

“Kejati Sulsel harus transparan dalam menangani perkara ini. Penanganan kasus ini juga menjadi tantangan bagi Kajati yang baru dalam menunjukkan taring pemberantasan korupsi,” ungkap Djusman AR, Jumat, 16 Agustus.

Di sisi lain, Djusman AR menyebutkan, semua pihak terkait dalam perkara, termasuk Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, sebaiknya kooperatif dan menjelaskan duduk perkara sebenarnya ke penyidik. 

Dia menilai, sikap menghindari proses penyelidikan akan menjadi boomerang dan juga menimbulkan prasangka negatif di publik.

“Kalau jaksa menemukan unsur yang cukup terjadinya tindak pidana korupsi, maka harus segera dinaikkan ke tahap penyidikan. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” tambahnya.

Diketahui, Jaksa pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sulsel melakukan  penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi pada pengelolaan Pasar Cabbenge, Soppeng.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : taqim


Comment

Loading...