Gasak Tas Kapolsek Berisi Pistol, Begini Nasib Pencurinya

Sabtu, 17 Agustus 2019 - 13:19 WIB

FAJAR.CO.ID,DENPASAR–Entah pikiran apa yang berkecamuk pada Wayan Soma, 42, penjahat kambuhan yang sudah sering keluar masuk penjara karena kasus kriminal di Denpasar, Sanur dan sejumlah tempat lainnya.

Residivis yang terakhir dihukum karena kasus pencurian sepeda motor di RSUP Sanglah ini, kembali melakukan aksinya. Terbaru, dia menggasak tas jinjing milik Kapolsek Negara Kompol I Ketut Maret.

Soma berhasil menggasak tas milik sang Kapolsek setelah melakukan aksi congkel kunci pintu mobil pada Sabtu (3/8) lalu di areal parkir Pura Sakenan Serangan, Denpasar Selatan.

Residivis yang kesehariannya menjadi pedagang es campur, disebut oleh Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono sudah 10 kali masuk Lapas Kerobokan dengan kasus tindak pidana pencurian. “Yang bersangkutan residivis kurang lebih 10 kali keluar masuk rutan,” tegas Benny dalam rilis kasus di Mapolresta Denpasar, seperti dikutip Bali Express (Jawa Pos Group).

Dituturkan, Soma tercatat pernah terlibat pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polsek Denpasar Timur sebanyak 3 kali. Salah satu TKP-nya adalah RSUP Sanglah.

Selanjutnya pencurian helm sebanyak tiga kali di GOR Ngurah Rai. Pencurian pakaian tiga kali di wilayah Sanur, Kereneng dan GOR Ngurah Rai. Pada tahun 2017 lalu, tersangka ditangkap dengan kasus pencurian kendaraan bermotor di RSUP Sanglah dan baru keluar dari Lapas pada tahun 2018.

Pencurian terakhir dan juga berhasil dilumpuhkan, tersangka menggondol tas kulit cokelat berisi pistol jenis HS.9 beserta empat butir peluru. Dan di dalam tas yang dicurinya tersebut juga terdapat uang tunai Rp 1 juta di dalam dompet dan surat-surat milik korban. “Peluru dua butir. Dua butir lainnya di dalam tas yang dibuang tersangka ke dalam sungai. Memang yang dua butir ini diambil oleh yang bersangkutan,” jelas Benny.

Diinterogasi usai ditangkap pada Senin malam (12/8) lalu, tersangka mengaku berangkat ke TKP dengan menggunakan ojek pangkalan yang ada di Pasar Kereneng. Dengan memakai baju adat, tersangka kemudian turun di jembatan Serangan dan mencari sasaran mobil yang parkir di area. Hingga menemukan mobil korban yang saat itu pintu mobil bagian kanan belum tertutup rapat.

Usai mengambil tas korban, tersangka kemudian kembali ke Pasar Kereneng menggunakan ojek. Saat melalui jalan di Sidakarya, Pura Batan Kendal, pelaku sempat turun dan membuka tas tersebut. Senjata api tersebut kemudian disimpan oleh tersangka di bagian pinggangnya. Sementara tasnya dibuang di sungai Tukad Badung. “Sempat menawarkan kepada orang di sekitar Pasar Kereneng dengan harga Rp 500 ribu, tetapi tidak ada yang membeli,” jelasnya.

Pistol tersebut kemudian dikubur oleh tersangka di GOR Ngurah Rai dengan dibungkus plastik warna hitam pada Minggu malam (4/8). Tersangka berhasil ditangkap setelah dihadiahi timas panas di betis kaki kanannya. Dan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (JPC)

loading...