Pakar TI Respons Pidato Kenegaraan Jokowi Soal Perang Siber

Sabtu, 17 Agustus 2019 10:16

”Kalau ditunda untuk diproses oleh anggota dewan berikutnya, maka unsur ketidakpastian untuk bisa jadi sangat besar. Apakah DPR berikutnya punya pengetahuan yang sama? Kan harus belajar lagi dari awal,” ujarnya.“Kalau dilihat dari Baleg kan prosesnya sudah setahun lebih, padahal menghadapi industri 4.0, dan kini hidup di dunia yang satuannya sudah milidetik. Sekarang ini dunia nyata dan maya atau siber sudah melebur jadi satu,” imbuhnya.Presiden Jokowi, dalam pidato kenegaraanya, secara khusus menyebutkan dalam bidang pertahanan keamanan Indonesia harus tanggap dan siap menghadapi perang siber.Kepala Negara juga mengingatkan ancaman kejahatan siber termasuk kejahatan penyalahgunaan data. Jokowi mengatakan, data adalah jenis kekayaan baru bangsa, dan lebih berharga dari minyak.Dalam korelasi pidato Presiden, Gildas mengingatkan para pembuat regulasi dan pemerintah untuk cepat beradaptasi dengan cepatnya perubahan teknologi, atau Indonesia beresiko ketinggalan dari sisi daya saing.“Bagaimana bisa maju, kuat dan bisa bertahan di era baru ini kalau buat UU aja periodenya tahunan, belum lagi membuat produk turunannya,” kata Gildas, profesional TI selama 25 tahun, di mana 20 tahunnya dihabiskan di bidang keamanan TI.Gildas mengingatkan pembahasan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sebetulnya telah dimulai di komunitas pegiat siber sejak 1998. Setelah disahkan, menurutnya, setelah lebih dari dua dasawarsa belum di-enforce secara substantif.

Bagikan berita ini:
4
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar