Bapenda Sulsel – Gojek Kerjasama Aplikasi Layanan Pajak

Minggu, 18 Agustus 2019 - 14:20 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Bustanul Arifin Kepal UPT Pendapatan Wilayah Makassar 1 tidak berhenti melakukan upaya-upaya perbaikan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada wajib pajak untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.

Ditemui pada acara Festival Merah Putih Merajut Nusantara yang dilaksanakan oleh GOJEK di lapangan Hasanuddin, Sabtu 17 Agustus 2019, Bustanul menyampaikan, adanya hak angket sedikit banyaknya pasti mempengaruhi kondisi psikologisnya namun tidak menyurutkan niatnya untuk terus berupaya memperbaiki pelayanan kepada wajib pajak.

”Hari ini kami melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Bapenda dan Gojek dalam hal peningkatan pelayanan kepada wajib pajak yang tergabung sebagai mitra pengemudi Gojek’,” katanya.

Pemberian layanan berupa informasi tanggal jatuh tempo dan jumlah pembayaran pajak kepada driver kata dia agar bisa membayar pajak tepat waktu.

”Kami menyampaikan secara berkala informasi jatuh tempo dan jumlah pembayaran kepada driver gojek melalui aplikasi agar wajib pajak dapat mempersiapkan lebih awal dananya dengan harapan dapat melakukan pembayaran tepat waktu,” tambahnya.

Lebih lanjut Bustanul menambahkan dalam kerjasama ini, selain adanya informasi jadwal dan jumlah pembayaran, UPT Samsat Makassar 1 juga akan melakukan pelayanan pembayaran dengan sistem jemput bola.

”Selain informasi tadi, kami jg akan memberikan pelayanan langsung ke drivernya, jadi kami akan jemput pembayarannya ke tempat yang disepakati, teknisnya kami akan atur apakah kami datangi pangkalannya atau komunitasnya, Insya Allah dalam waktu dekat kita juga akan tandatangan PKS dengan Grab,” terangnya.

Melalui Kerjasama ini kedepan direncanakan selain adanya pembayaran melalui cash dan debet pada saat pembayaran di kasir samsat, Bapenda Sulsel bekerjasama dengan Bank Sulsel juga akan bekerajasama dengan Gojek dalam hal pembayaran pajak melalui GOPAY.

Ditanya terkait situasi saat ini dimana namanya direkomendasikan pemberhentian dalam jabatan oleh pansus hak angket, Bustanul tidak banyak menanggapi.

”Kita bekerja saja, kalau pimpinan menilai dan menempatkan kami di tempat lain kita harus terima, Insya Allah panjang umur karier saya sabagai ASN masih panjang, dengan adanya permasalahan ini saya banyak belajar dan mengambil hikmah, semuanya sudah ditentukan, kita bertawakkal saja kepada Allah SWT,” tutupnya. (adv)

Loading...