Dituding Menista Agama, UAS: Itu Video Bertahun-tahun Silam dalam Kajian Tertutup

Minggu, 18 Agustus 2019 - 15:09 WIB
Ustaz Abdul Somad

FAJAR.CO.ID — Potongan video ceramah Ustaz Abdul Somad viral. Ceramah itu, UAS menyinggung patung salib. Menurut ulama jebolan Unversitas Al Ahzar Cairo itu, dalam patung salib terdapat jin kafir.

Pernyataan Abdul Somad ini oleh sebagian kalangan dianggap menistakan Agama Kristen. Politisi Partai Nasdem Birgaldo Sinaga angkat bicara. Dia meminta Negara mengusut tuntas dugaan penodaan agama yang dilakukan UAS.

“Negara harus hadir. Negara harus cepat bertindak. Negara itu diwakili oleh pemerintahan Presiden Jokowi. Presiden Jokowi sebagai kepala negara kepala pemerintahan punya mandat menjaga nilai Pancasila ini,” tulis Sinaga melalui akun facebooknya, Sabtu (17/8/2019).

Menanggapi beredarnya video tersebut, UAS menyampaikan bahwa video itu menampilkan pengajian yang sudah lewat bertahun-tahun silam. Saat dalam sesi tanya-jawab berlangsung dalam kajian tertutup di suatu masjid di Pekanbaru, Riau.

Kajian itu dijadwalkan tiap Sabtu pada waktu subuh. Karena sifatnya tertutup, hanya kaum Muslimin saja yang hadir.

“Saya menjawab pertanyaan jamaah dalam kajian tertutup yang diadakan di Masjid Agung an-Nur Pekanbaru. Itu bukan tabligh akbar semisal di lapangan terbuka atau disiarkan melalui stasiun TV,” jelas Ustaz Abdul Somad.

Dalam kesempatan itu, UAS menjelaskan antara lain ihwal kedudukan Nabi Isa AS. Kemudian, penjelasan juga diberikannya mengenai soal patung dan jin. Hal ini agar hadirin dapat memahami bagaimana ajaran tauhid dan syariat Islam memandang Nabi Isa AS, hukum memiliki patung, dan makhluk bernama jin. Jadi, tujuannya hanya memberikan pemahaman keilmuan.

“Ada orang Islam yang memotong-motong video itu. Dia mem-posting. Tujuannya supaya orang paham tentang hukum patung. Jadi, ini untuk internal saja (umat Islam –Red),” kata UAS.

Akan tetapi, UAS belakangan mengetahui bahwa video tersebut tersebar melalui jejaring internet. Karena itu, katanya, orang-orang non-Muslim pun mungkin saja mengaksesnya. Padahal, sekali lagi, sasaran dakwahnya semata-mata adalah kaum Muslimin.

“Video itu sampai ke grup Katolik. Mereka posting di instagram-instagram mereka, jadi ramai,” kata UAS.

UAS sudah tiga tahun belakangan ini tak lagi mengisi kajian Sabtu subuh rutin di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru. “Artinya, (yang terekam di video) itu kajian lama sebelum viral,” ungkapnya. (FIN-BS)

Loading...