Fahri Hamzah Sebut Keputusan Jokowi Sangat Berbahaya

Minggu, 18 Agustus 2019 - 21:29 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai rencana Presiden Jokowi memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan sangat berbahaya.

Menurut Fahri, Jakarta bukan hanya sekadar ibu kota, melainkan banyak sejarah yang terkandung di dalamnya.

“Saya sudah baca kajiannya, enggak terlalu dalam kajiannya. Terutama posisi Jakarta, susah. Meninggalkan gedung (DPR) ini susah, gedung ini terlalu kuat sejarahnya. Istana terlalu kuat sejarahnya. Jadi kita pindah ke tempat yang baru, Indonesia tanpa jejak, itu berbahaya,” kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8).

Menurut Fahri, tidak ada gunanya memindahkan Ibu Kota Negara pada saat ini. Apalagi, kata Fahri, Jokowi mengusung industri 4.0 yang serba berbasis digital.

Cut Meyriska Usai Dinikahi Roger: Gitu Doang, Sedih Ya

Istri Hamil Muda Dijual Rp2 Juta kepada Hidung Belang

Ustaz Abdul Somad Soal Video Tuduhan Penistaan Agama

Warga Sulut 40 Hari Terombang-ambing di Laut, Ini Kondisinya

Jessica Iskandar-Richard Kyle Jadwalkan Menikah April 2020

“Sekarang ini ruang dan waktu sudah enggak ada gunanya karena semua bisa digunakan secara digital. Jadi saya kira sekarang ini, ya, lebih penting kita memperkuat pembentukan daerah otonomi baru sebagai syarat lahirnya daerah-daerah yang lebih kuat,” kata politikus PKS ini.

Oleh karena itu, Fahri menyarankan sebaiknya rencana pemindahan Ibu Kota Negara dibatalkan. Seandai hal itu keinginan keras Jokowi, maka pemindahan baiknya dilakukan di pesisir Jakarta.

“Ini kan abad 21. Ruang dan waktu sudah mati, semua sudah digital. Kok kita bicara space lagi? Pakai space di pesisir Jakarta itu saja lebih bagus. Lebih dekat kok. Tidak membuat confuse kami sebagai bangsa Indonesia,” jelasnya. (jpnn)

Loading...

One thought on “Fahri Hamzah Sebut Keputusan Jokowi Sangat Berbahaya

Comments are closed.