Perayaan Kemerdekaan Indonesia di Moskow

0 Komentar

Oleh: Achmad Firdaus H

Dirgahayu kemerdekaan untuk Indonesia yang ke-74 dari Kota Moskow. Pidato Presiden Joko Widodo di Gedung DPR/MPR pada 16 Agustus 2019 mengangkat tema SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul dan Indonesia Maju.

Tema ini sejalan dengan visi beliau untuk lima tahun kedepan. “Kita masuk dalam era kompetisi antarnegara yang semakin sengit. Kita tidak boleh berhenti berkreasi dan berinovasi” ucap Presiden Joko Widodo di Gedung DPR/MPR. Semarak kemerdekaan dilanjutkan dengan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Istana Negara dengan penuh khidmat dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Namun, perayaan kemerdekaan yang diselenggarakan di Moskow tidak kalah meriah. Tepat pukul 09:30 Pagi waktu Moskow, upacara bendera dimulai.

Kolonel Inf Troy Hutagalung SH (AD) bertindak sebagai inspektur upacara dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh, Mohamad Wahid Supriyadi sebagai Pembina Upacara Upacara diikuti oleh Pejabat KBRI, Diaspora Indonesia, beserta warga Russia dengan khidmat.

Melalui amanatnya bapak Duta Besar mengingatkan kita untuk selalu bersyukur dan bersemangat untuk mewujudkan visi Indonesia yang unggul. Biasanya merayakan hari kemerdekaan di negeri orang bisa lebih khidmat. Bahkan saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, tak terasa air mata menetes tanpa sadar mengalir begitu saja karena bangga dan rindu dengan Tanah Air.

Meskipun jauh dari Indonesia, suasana kemerdekaan tetap terasa, karena Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow menyelenggarakan Upacara hingga lomba agustusan yang meriah.

Selain untuk merayakan kemerdekaan di luar negeri, Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat sesama WNI yang sedang merantau, belajar, dan bekerja di kota Moskow. Beberapa lomba 17 Agustusan yang tidak pernah dilewatkan meskipun merayakannya di luar negeri, diantaranya lomba gaplek (Domino), lomba tenis meja dan lomba memasukkan jarum dalam botol.

Peringatan hari Kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus di Moskow memang menjadi sebuah acara temu kangen, selain kumpul saat Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru. Perayaan ini dirangkai Bersama hiburan music, tari–tarian dan puisi yang dibawakan berbagai elemen diaspora dan warga rusia. Acara 17 Agustus di KBRI Moscow ditutup dengan makan bersama dengan makan Bersama dengan hidangan khas dari Indonesia seperti Nasi Kuning, Sate, dan Mie Bakso.

Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia juga mengajak warga lokal di kota Moskow untuk merayakan semarak mencicipi kuliner khas Indonesia. Sebuah cara mengenalkan budaya Indonesia dengan cara yang berbeda. Bahkan para warga lokal ikut serta mengisi 17 Agustusan tanpa rasa sungkan dan malu untuk mengisi acara menari dan menyanyi yang dibawa oleh mereka. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...