RSKD Dadi Bakal Disulap Jadi RS Pusat Kanker

Minggu, 18 Agustus 2019 - 17:46 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Rumah Sakit Khusus Daerah alias RSKD Dadi yang selama ini menjadi rujukan pasien sakit jiwa akan dipindahkan ke RSUD Sayang Rakyat. Selanjutnya, rumah sakit yang berlokasi di Jalan Lanto Dg Pasewang itu akan disulap menjadi rumah sakit pusat kanker.

Itu demi memaksimalkan layanan kesehatan. Tidak lama lagi, daerah yang dipimpin Nurdin Abdullah bersama wakilnya, Sudirman Sulaiman akan memiliki pusat rujukan penyakit kanker.

Sejauh ini, Pemprov Sulsel dibawah komando Dinas Kesehatan sudah melakukan studi kelayakan. Sosialisasi dilakukan. Demikian pula dengan studi-studi banding.

Direktur Utama (Dirut) RSKD Dadi, dr Arman Bausat menjelaskan, awalnya ada tiga alternatif lokasi yang ditawarkan untuk pemindahan RSKD Dadi. Salah satunya di Paccellekang.

“Tapi pilihan jatuh di RS Sayang Rakyat. Kenapa? Karena disana agak pinggiran, lokasinya tenang, tapi masyarakat masih cukup mudah bisa mengaksesnya,” kata dr Arman.

Sebelum rumah sakit yang dipimpinnya itu dipindahkan ke RS Sayang Rakyat, berbagai persiapan dilakukan. Termasuk menghitung dan menginventarisasi aset yang dimiliki agar tidak bersoal di kemudian hari.
“Proses sudah jalan. Sekarang kita mulai mengatur ke dalam dulu,” ungkap dr Arman.

Saat ini, RSKD Dadi menampung hampir 800 pasien.
Lebih jauh dikemukakan, untuk pendirian rumah sakit kanker, studi kelayakan sudah dilaksanakan tim dengan mengunjungi sejumlah rumah sakit.

Seperti Rumah Sakit Kanker Dharmais di Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, mereka juga mengunjungi tujuh rumah sakit kanker di Jepang. Studi kelayakan sendiri sudah selesai dilakukan akhir Januari dan dipresentasikan 5 Mei lalu.

“Hasil studi kelayakan, RS Dadi samgat bagus, sangat cocok dikembangkan sebagai rujukan kanker Indonesia Timur. Kenapa? Prevalensinya itu, dua dari 1000 penduduk. Jadi setiap 1000 penduduk, ada kemungkinan dua pasien kanker. Jadi kalau indonesia 25 juta penduduknya, bisa kita bayangkanmi dari 1000 penduduk ada dua. Jadi banyak pasien kanker, sehingga pasarnya besar sekali,” ungkapnya.

Sesuai rencana, Pemprov Sulsel akan membangun RD Kanker tipe dengan kapasitas tempat tidur untuk 200 pasien. Hampir sama dengan RS Dharmais namun akan dibuat lebih modern lagi.

Dia berharap, di anggaran perubahan 2019 ini, sudah bisa dibuatkan Detail Engineering Desain (DED).
Kementerian Kesehatan cukup mengapresiasi rencana yang digagas Pemprov Sulsel. Malah, berjanji akan mengucurkan anggaran untuk merealisasikan hal itu.

Jual Beli Sampah Kini Bisa dengan Online

Empat Napi di Lapas Maros Dapat Remisi Bebas

21 Tim Pimnas UNM Lakukan Finalisasi dan Presenter Poster

BUMN Hadir untuk Negeri, Ribuan Orang Meriahkan SFFW 2019

Pelajar Papua Barat Diperkenalkan Karampuang

Dari hasil studi kelayakan, diperkirakan untuk mewujudkan kehadiran RS Kanker tersebut, dibutuhkan dana sekitar Rp225 M hingga Rp250 miliar. “Kalau konstruksi dibutuhkan Rp250 miliar, berarti anggaran yang dibutuhkan untuk DED sekitar 3 persen atau sekitar 3,8 miliar,” jelasnya.

Ditargetkan konstruksi rumah sakit sudah bisa dimulai 2020 dan bisa dioperasikan 2023 mendatang.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah menjelaskan pembangunan rumah sakit ini perlu rencana yang matang.

“Perlu perencanaan matang karena membangun gampang. Perencanaannya yang paling susah. Kalau anggaran nanti dicarikan,” ungkap orang nomor satu Sulsel ini.

Dia mengemukakan, alasan untuk menghadirkan rumah sakit kanker ini di Sulsel adalah untuk mendekatkan pelayanan kepada pasien penderita kanker. “Di Indonesia Timur kan belum ada rumah sakit kanker. Kita rintis agar semua pasien dari kawasan timur Indonesia tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke Jakarta,” ungkapnya. (*)

Loading...