RUU PKS Mendesak Disahkan Guna Meminimalisasi Kekerasan Seksual

Minggu, 18 Agustus 2019 - 19:18 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang tindak pidana kekerasan seksual, yang diusulkan empat tahun lalu diminta segera disahkan.

Pemerhati RUU, Abdillah Mustari mengatakan, RUU ini terasa penting karena dari fenomena yang ada, selalu saja ada yang mengalami kekerasan tiap harinya. Bukan hanya di kalangan remaja namun di dalam hubungan suami istri pun ada kekerasan.

Bahkan peningkatannya terlihat, baik kekerasan seksual pada perempuan maupun laki-laki. Maka untuk itu kata dia, adanya pengesahan ini adalah satu upaya meminimalisasi dan melakukan tindakan tegas bagi pelaku. Sehingga jika ingin melakukan hal tersebut mereka berpikir.

“Lewat seminar ini, mengajak organisasi perempuan dan masyarakat serta media untuk bisa mendukung dan mendorong hal ini bisa terealisasi secepatnya,” ungkapnya.

Pemerhati masyarakat, Fadli Andi Natsif mengaku jika untuk cepat merealisasikan hal ini. Sebaimya perlu dukungan anggota dewan.

Tingkatkan Keterampilan, Mahasiswa IMM Digembleng Ilmu Jurnalistik

SYL Serahkan Jabatan Ketua MP Pramuka ke NA

Warming Up Jelang Laga PSM Makassar vs Persib Bandung

Perhatian Melanie Subono Mengubah Kehidupan Driver Ojol

Sopir Ambulans Tewas Mengenaskan Saat Undian HUT RI

Namun hal ini pembahasannya di DPRD masih alot. Masih ada yang bersifat krusial yang dibahas yang membuat lambat. “Pasti tetap ada pro dan kontra. Inilah yang sebaiknya disatukan,” tuturnya

Program Manager Yayasan Bakti, Lucia Palulungan mengatakan, sebagaimana yang berkembang saat in ada beberapa pandangan dan pendapat kurang tepat, terkait dengan subtansi yang diatur dalam RUU PKS. Olehnya itu koalisi menyepakati untuk melaksanalan kegiatan dalam bentuk seminar.

“Kita menghadirkan narasumber dengan memberikan pemahaman mengenai substansi yang diatur dalam RUU Penghapusan Kekerasan Seksual,”ungkapnya. (wis)

loading...