Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-74 Republik Indonesia di Makoopsau II

Minggu, 18 Agustus 2019 - 12:08 WIB
Pengibaran bendera Sang Merah Putih di Lapangan Apel Makoopsau II.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –- Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) II Marsda TNI Henri Alfiandi bertindak selaku Inspektur Upacara pada peringatan ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Apel I Makoopsau II, Sabtu (17/8/2019). Dihadiri para Pejabat Makoopsau II, Kosekhanudnas II, para Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI Angkatan Udara.Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna dalam sambutannya dibacakan Pangkoopsau II Henri Alfiandi mengatakan, peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, merupakan titik kulminasi dari perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.“Mari kita manfaatkan momen ini, untuk merenungkan kembali perjuangan meraih kemerdekaan dengan jerih payah para pendahulu kita. Sebagai generasi penerus, kita harus mampu memahami esensi sekaligus meneladani perjuangan tersebut, serta mampu mengisi kemerdekaan melalui pengabdian yang tulus demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai bersama,” jelas Kasau.Menurutnya, usia 74 tahun merupakan usia yang matang bagi sebuah bangsa untuk mampu menunjukkan eksistensinya di kancah dunia Internasional.  “Saat ini, Indonesia telah membuktikan dirinya menjadi sebuah emerging power, khususnya dalam hal pertumbuhan ekonomi dan kedewasaan berdemokrasi yang diakui oleh berbagai negara dan masyarakat dunia,” ujarnya.

Lebih dari itu, kata Kasau, Indonesia sebagai salah satu negara yang tergabung dalam G20, juga turut mewarnai  iklim perekonomian global. “Hal ini berdampak pada meningkatnya bargaining power Indonesia, sehingga posisi kita semakin diperhitungkan baik dalam kancah regional maupun internasional,” ungkapnya.

Menyikapi dinamisnya perkembangan lingkungan strategis, Kasau Yuyu Sutisnya menegaskan, tentu harus bersyukur karena Indonesia  senantiasa mampu menjaga eksistensinya dengan berbagai capaian yang tidak bisa dianggap remeh.

“Keunggulan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam yang kita miliki merupakan modal utama dalam pencapaian prestasi yang selama ini telah berhasil ditorehkan,” terang Perwira Tinggi (Pati) dengan empat bintang di pundak ini.

Lebih lanjut Kepala Staf TNI Angkatan Udara mengatakan bahwa saat ini bangsa Indonesia sedang dalam proses menuju Indonesia Emas 2045, yang diharapkan dapat tercapai pada usia kemerdekaan yang ke-100.

Artinya, kata dia, hanya dalam kurun waktu 26 tahun, harus dapat mewujudkan cita-cita Indonesia Emas tersebut, yaitu menjadi sebuah bangsa yang unggul dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain, serta dewasa dalam mengatasi segala permasalahan  seperti disintegrasi, korupsi, kemiskinan, dan permasalahan fundamental lainnya.

Disebutkan, untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 tentunya membutuhkan usaha yang tidak ringan. Peran serta kita sebagai insan Swa Bhuwana Paksa, dalam merealisasikan Indonesia Emas yaitu dengan mewujudkan Angkatan Udara yang tangguh berlandaskan profesionalisme, militansi, dan inovasi.

Disebutkan Kasau, pada tahun 2045, Indonesia juga diprediksi akan mencapai puncak jendela demografi dengan proporsi penduduk usia produktif yang sangat tinggi. Jika tidak mempersiapkan diri, hal ini dapat berpotensi menjadi ancaman, bukan lagi bonus demografi seperti yang kita harapkan selama ini.

Terlebih lagi, dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi  seperti artificial intelligence, internet of things, dan robotika, akan menggantikan banyak peran manusia, tak terkecuali peran kita sebagai prajurit TNI Angkatan Udara.

“Namun, ada satu hal yang saya yakini tidak akan bisa digantikan oleh teknologi, yaitu critical thinking atau kemampuan berpikir kritis untuk memutuskan hal-hal yang bernilai strategis, dalam beradaptasi dengan kondisi  lingkungan yang sangat dinamis,” jelas Kasau.

Selain itu, lanjut Kasau, keluhuran moral, semangat juang, dan karakter yang berintegritas sebagai seorang prajurit, adalah hal paling mendasar yang tidak akan pernah tergantikan oleh kecerdasan buatan sampai kapan pun.

“Maknanya adalah, di saat TNI Angkatan Udara terus melakukan modernisasi alutsista yang sesuai dengan perkembangan ancaman global, yang jauh lebih penting  tentunya kita juga harus menyiapkan personel yang memiliki integritas, kapabilitas, dan kemampuan berpikir kritis untuk mengimbangi segala kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan global tersebut,” beber alumni AAU tahun 1986 ini.

Yuyu Sutisna mengatakan, dalam rangka mewujudkan Angkatan Udara yang disegani baik di kawasan regional maupun internasional,  harus mampu beradaptasi dengan dimensi ancaman yang semakin kompleks dan dinamis, yang senantiasa berubah setiap saat.

“Sementara itu, untuk membangun kekuatan Angkatan Udara yang ideal membutuhkan waktu yang tidak singkat.  TNI Angkatan Udara telah menyusun Postur Kekuatan, Rencana Strategis dan Minimum Essential Force, sejak tahun 2004 silam.  Meskipun grand design tersebut dapat terpenuhi pada tahun 2024 nanti, bisa jadi postur tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi ancaman yang kita hadapi,” papar Kasau. (lis)

loading...