Bina Puluhan UMKM, Aksi Nyata BI Dorong Ekonomi Syariah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Bank Indonesia (BI) konsisten mengembangkan ekonomi berbasis syariah di Sulsel. Konsistensi itu sudah diperlihatkan di berbagai hal dengan aksi nyata.

Di sektor UMKM, hingga 2019 ini, BI sudah membina dan bermitra di berbagai bidang. Seperti wirausaha berbasis klaster yang terdiri 17 kelompok dan manajemen usaha.

Seperti sektor pertanian, kelautan, hingga melakukan pembinanan berbasis Pesantren. Termasuk mengembangkan Lembaga Pengelola ZISWAF Rumah Zakat 1 manajemen usaha.

Kemudian, juga terdapat delapan wirausaha mitra BI yang dikembangkan secara perseorangan berbasis ekspor atau bersifat mendukung pariwisata. Yakni Losari Silk, Kurnia Silk, Adeny Silk, Kopi Luwak Malino, Toraja Mountain Coffee, Markisa Gowa Alami, Celebes Mushroom, dan Celebes Chocolate.

Wirausaha mitra BI yang dikembangkan secara perseorangan berbasis ekspor atau mendukung pariwisata kategori baru (dengan fasilitasi pelatihan dan promosi pameran/pemasaran) sebanyak lebih dari empat wirausaha. Yaitu Arie Rich – Desainer Kain Etnik Sulsel, Aisha Jeanny – Desainer Kain Etnik Sulsel, Adhie Allie – Desainer Kain Etnik Sulsel, dan Rumah Busana Yanti – Desainer Kain Etnik Sulsel.

“Dan beberapa UMKM binaan lembaga yang bekerja sama dengan BI lainnya juga merupakan mitra BI. Seperti binaan Dekranasda dan Dinas Perindustrian Sulsel,” kata Asisten Analis BI Sulsel, Arum Dwi Jayanti.

Dia mejelaskan, UMKM binaan BI adalah UMKM yang dikembangkan BI bersama dengan pemda dari sisi hulu-hilir. Sementara UMKM mitra BI adalah UMKM yang sudah berkembang dari lembaga yang bekerja sama dengan BI.

Roy Suryo: Chief RA Pantas Dipertahankan sebagai Menteri

Bendera PKI Dikibarkan, Gang Flamboyan II Sempat Tegang

Pesawat Tempur Israel Kembali Bombardir Jalur Gaza

Merah Putih Diturunkan, Mahasiswa Ganti dengan Bendera Bulan Bintang

CEO Pahlawan

BI mengembangkan pada sisi yang masih dapat dikembangkan seperti dalam hal akses pemasaran, peningkatan kapasitas UMKM dalam literasi keuangan (pencatatan transaksi keuangan). “Dan seterusnya,” katanya.

Direktur/Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Sulsel, Endang Kurnia Saputra, BI memang terus menjalankan komitmennya dalam mengembangkan ekonomi syariah. Tiga sektor yang didorong, halal food, halal tourism, dan halal fashion.

“Kemudian didukung dengan mendorong pembiayaan perbankan syariah yang sudah ada sejak tahun 90-an,” katanya di Penutupan Pekan Ekonomi Syariah (Pesyar) 2019, di Trans Studio Mal (TSM) Makassar, Minggu, 18 Agustus.

Dia menegaskan, pengenbangan ekonomi syariah oleh BI merupakan perioritas terdepan. Sehingga kata dia, pembinaan akan terus dilakukan. “Termasuk Pesyar ini kita akan terus lakukan dengan yang lebih baik lagi,” katanya. (mum)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...