Habiburahman Ingin Dunia Tahu Seperti Apa Rasanya Jadi Rohingya

FAJAR.CO.ID, DHAKA-- Saya akan menjadi buron atau tidak eksis sama sekali. Kalimat itu adalah penggalan isi buku From First, They Erased Our Name: A Rohingya Speaks karya Habiburahman.

Pria yang dipanggil Habib itu warga asli Rohingya. Dia lahir di salah satu desa di Rakhine, Myanmar, pada 1979. Habib melarikan diri dari negaranya dan tiba di Australia pada 2009 dengan menaiki perahu.

Buku karya Habib tersebut baru dirilis bulan ini. Di dalamnya, dia menceritakan perjuangan hidup, hinaan, dan ketakutan yang dialami penduduk Rohingya sehari-hari. Setidaknya dari yang dialami Habiburahman selama tinggal di Rakhine.

Habib dan seluruh penduduk Rohingya tak pernah diakui sebagai warga negara Myanmar. Pun demikian ketika dia sampai di Australia. Nasibnya belum jelas. Meski dia diakui sebagai pengungsi dan punya visa sementara, status kewarganegaraannya masih tak pasti.

“Saya tak bisa pergi ke mana-mana,” ujar Habib sebagaimana dikutip The Guardian.

Habib menceritakan, pada 1982, diktator Myanmar, Ne Win mengeluarkan aturan hukum yang menyatakan bahwa warga negara seharusnya anggota etnis tertentu. Dan, di daftar etnis itu, tak ada Rohingya. Sejak saat itu, kata Rohingya menjadi terlarang. Mereka dilabeli sebagai pengungsi dari Bangladesh.

Warga Rohingya Siap-siap Dipulangkan dari Bangladesh

KM Mina Sejati Dibajak, Ini Pemicu yang Diungkap Polda Maluku

Sekuriti Mal Ditangkap, Dirresnarkoba Belum Dapat Laporan

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah

Comment

Loading...