Korban Penyerangan di Polsek Wonokromo, Kapolri Beri Aiptu Agus Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Sementara itu, tetangga kos pelaku sama sekali tidak menyangka bahwa Imam merupakan pelaku pembacokan polisi. ”Wonge apik. Tapi, memang dua tahun terakhir berubah,” ujar Yuli, tetangga kos Imam.

Dia mengatakan, perubahan itu cukup mencolok. Mulai gaya berpakaian hingga sosialisasi ke masyarakat. Menurut dia, Imam bukan warga baru di lingkungan tersebut. Dia telah tinggal lima tahun di kamar kos berukuran 3 x 4 meter itu.

Ainur Arif, ketua RT 3, RW 2, Sidosermo Gang 4, juga menyaksikan bahwa kelakuan Imam berubah. Apalagi sejak dua tahun terakhir. Arif mengatakan, perubahan itu semakin kentara ketika Imam rutin mengikuti pengajian di salah satu sekolah swasta di daerah tersebut. ”Dulu grapyak. Istrinya juga. Tapi, sejak dua tahun terakhir jarang kelihatan,” ungkapnya.

Nunung, istri Arif, juga melihat perubahan mencolok dari Fatimah. Bahkan, kata dia, Fatimah kini lebih tertutup meski terkadang menyapa. Dia mengatakan, selama ini Fatimah sering diundang pengajian, tetapi dia tidak pernah datang.

Bahkan, lanjut Nunung, warga sering meminta anaknya untuk ikut posyandu, tapi Fatimah selalu menolak. ”Gakdibolehin suaminya. Sekarang pakai cadar. Mungkin kelompok pengajiannya di sekolah dan ajarannya beda dengan warga sini,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, anaknya juga tidak boleh bermain dengan teman sebaya. Mereka selalu di dalam rumah. Karena itu, mereka tidak pernah mengikuti kegiatan atau bermain. ”Agustusan kemarin gak ikut apa-apa keluarganya,” jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...