Massa Beringas, Kapolda, Pangdam, dan Wagub Ikut Dilempari

FAJAR.CO.ID, MANOKWARI — Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya bersama TNI masih masih berusaha mengendalikan massa yang beringas di Manokwari, Papua Barat.

“Situasi di Manokwari masih diupayakan oleh jajaran Polda Papua Barat dengan Kodam, unsur TNI dan Bapak Wagub untuk mengendalikan situasi di Manokwari,” kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/8) siang.

Kapolda Papua Barat, Pangdam VIII Kasuari, dan Wakil Gubernur Papua Barat pun berusaha melakukan dialog dengan para pengunjuk rasa, tetapi belum membuahkan hasil.

Pengunjuk rasa terprovokasi sehingga melakukan pelemparan batu kepada ketiga pejabat tinggi di Papua Barat tersebut. “Masyarakat melempar batu kepada beliau bertiga, sementara pasukan mundur dulu untuk meredam situasi,” kata Dedi seperti dikutip dari Antara.

Menurut Dedi, saat ini jumlah massa yang beringas terkonsentrasi di Matalo dan di beberapa pertigaan jalan di Manokwari. Polisi mengimbau agar tokoh-tokoh masyarakat setempat untuk ikut meredam emosi para pengunjuk rasa.

Kerusuhan di Manokwari, Mendagri Panggil Tiga Gubernur

UAS Dipolisikan, KSHUMI Siap Lakukan Pembelaan

Platform Digital Butuh Anak Bangsa yang Brain Drain

Video Provokasi Kerusuhan Manokwari, Polri Buru Pelaku

Jual Beli Jabatan yang Seret Bupati Kudus, 40 ASN Diperiksa KPK

Senin pagi, sejumlah ruas jalan di Papua Barat diblokade oleh pendemo, yakni di Jalan Yos Sudarso, Jalan Trikora Wosi dan Jalan Manunggal Amban, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

Pengunjuk rasa juga melemparkan pecahan botol, merobohkan papan reklame, tiang lampu lalu lintas di pinggir Jalan Yos Sudarso serta membakar Gedung DPRD Papua Barat.

Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap dugaan tindakan persekusi dan rasisme yang diduga dilakukan oleh organisasi masyarakat dan oknum aparat terhadap para mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah

Comment

Loading...