Platform Digital Butuh Anak Bangsa yang Brain Drain

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Perubahan besar menuju ekonomi berbasis pengetahuan tak terelakkan. Seperti platform digital. Terbukanya pasar tenaga kerja antarnegara membuat talenta berkualitas tinggi berpindah melintas negara, sesuai dengan peluang dan penawaran kompensasi yang lebih baik.

Akibatnya, bagi negara yang masih berkembang, angkatan kerjanya akan didominasi oleh tenaga kerja berketerampilan rendah. Ini akan menyulitkan kemajuan ekonomi. Karena itu, semua pihak tidak hanya pemerintah, namun juga dunia bisnis harus bersama-sama menciptakan situasi kondusif.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Berly Martawardaya mengatakan penanaman modal langsung (foreign direct investment), khususnya pada sektor-sektor bernilai tinggi seperti teknologi menyediakan tawaran bagi anak bangsa.

Kata dia, ini untuk tetap berdomisili di Indonesia. Namun bekerja di kantor pusat teknologi regional. Ini agar talenta berkualitas tinggi tetap tinggal di Indonesia dan memberi nilai tambah bagi perekonomian negeri ini.

“Salah satu caranya memang mendorong investasi di sektor-sektor seperti teknologi. Sudah berapa tahun kita bicarakan, SDM berkualitas yang menetap dan bekerja di luar negeri setelah sekolah,” ujar Berly.

Alumnus University of Siena, Italia, ini menilai pembukaan kantor kedua Grab di Indonesia dapat mencegah brain drain anak bangsa ke luar negeri. Talenta berkualitas tinggi ini seperti air yang fluid untuk berpindah lintas batas negara.

Ia melihat investasi besar di sektor teknologi atau platform digital seperti pembukaan kantor pusat kedua Grab ini, bisa menjadi magnet kuat untuk menarik SDM. Dengan skill level global untuk tetap bekerja di Indonesia dengan kualitas pekerjaan dan quality of life setara di kantor pusat perusahaan global.

Video Provokasi Kerusuhan Manokwari, Polri Buru Pelaku

Jual Beli Jabatan yang Seret Bupati Kudus, 40 ASN Diperiksa KPK

Kementan: Produksi Cabai Cukup, Harga Segera Stabil

Pesawat Udara Dimonim Air Tergelincir di Bandar Mulai

Politikus PDIP Imbau Umat Nasrani Tak Mudah Terprovokasi

“Apalagi bagi kaum milenial, pekerjaan harus memberi makna bagi hidup mereka. Kaum milenial banyak yang ingin menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dan menginisiasi perubahan riil,” ujar dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ini.

Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan, Kantor pusat kedua di Jakarta akan memungkinkan kami untuk melayani kebutuhan Indonesia.

“Kami berada di posisi yang tepat untuk mendukung realisasi lebih banyak perusahaan berbasis teknologi tinggi dan infrastruktur dari Indonesia,”ucapnya.

Pembukaan kantor pusat kedua Grab di Indonesia merupakan salah satu bahasan yang mengemuka dalam pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Chairman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son, CEO Grab Anthony Tan, dan Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/7).

Kantor pusat kedua ini membuat Grab semakin mampu melayani kebutuhan unik konsumen di Indonesia. Kantor ini juga berfokus pada menciptakan solusi yang dapat mendukung pemberdayaan pengusaha kecil, seperti mitra GrabFood, serta agen dan pelanggan Kudo. (wis)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...