Prof Fendy: Anda Bukan Dukun Berdasi, Tapi Melebihi Itu

0 Komentar

FAJAR. CO. ID, MAKASSAR — Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) mengawali Kuliah Perdana Semester Ganjil Tahun Akademik 2019/2020 dengan mengadakan kelas inspirasi. Berlangsung di Gedung Teater Menara Pinisi UNM. Senin (19/08/2019).

Bertajuk “Menyiapkan Sarjana Psikologi Tangguh di Era Industri 4.0 dan Society 5.0”. Menghadirkan tiga pemateri Guru Besar Psikologi Universitas Airlanga, Prof Fendy Suhariadi, Human Resource Bussines Partner Manager, PT Mandala Multifinance Tbk, Area Indonesia Timur & Kalimantan, Abdul Gafur, dan Kaur Konsul Sirikpsi, Akademi Militer, Kapten Inf Andi Muhammad Alamsyah.

Diakhir materi Prof Fendy, salah seorang Mahasiswa Baru (Maba) Fakultas Psikologi UNM, mempertanyakan soal dukun berdasi (peramal) yang identik dengan seorang psikolog. “Anda beda dengan dukung lain,” candanya.

Ia menegaskan, seorang psikolog itu bukanlah dukun. Meskipun, cara kerjanya hampir sama, menjelaskan, memprediksikan, dan mengendalikan. “Bedanya kita punya ilmu. Misalnya, meminta uang sama orang tua, kita tidak pakai mantra, tapi kita menggunakan basic data,” cuapnya.

Ia juga menekankan kepada Maba untuk tidak takut pada perkembangan zaman. “Jangan takut profesi kalian diambil bidang IT, kalian cukup memanfaatkan IT untuk mengambil data yang diperlukan,” sebutnya.

Di akhir kegiatan, Dekan Fakultas Psikologi UNM, Prof Dr Muhammad Jufri membagikan buku berisi kisah perjalan hidupnya. Buku tersebut diharapkan dapat membangkitkan semangat mahasiswa untuk menggapai cita-citanya.

Prof Jufri sapaannya menjelaskan, Buku berjudul Muhammad Jufri Mutiara Laut Jampea, menggambarkan impian dan harapan. Perjalanan yang ditempuh sejak di kampung. Bisa menginspirasi Maba untuk semangat menjalani hidup

Ibaratnya, Mutiara laut dikembangbiakan. Letaknya di dalam dasar laut, butuh perjuangan keras untuk meraih itu. Butuh kesabaran, energi, untuk mendapat biji Mutiara. Seperti itu lah hidup, untuk sukses tidak mudah. “Tapi yakin, hasil tak pernah mengkhianati proses,” ungkapnya. (aas)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...