OTT Jaksa oleh KPK, Lima Orang Diperiksa di Polresta Surakarta

Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:16 WIB

FAJAR.CO.ID, YOGYAKARTA– Sedikitnya lima orang diperiksa di Polresta Surakarta Senin (19/8) hasil OTT Jaksa oleh KPK.  Wakapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai mengatakan, mapolresta hanya dipinjam untuk tempat pemeriksaan.

“KPK numpang untuk pemeriksaan awal. KPK hanya minjam tempat saja dan polresta memfasilitasi,” ujar Andy Rifai, Senin malam.

Pemeriksaan berlangsung mulai pukul 16.00 hingga pukul 20.00. Total yang diperiksa adalah lima orang.

Namun, terkait identitas orang-orang hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang diperiksa tersebut, diakui Andy, pihaknya tidak bisa menyampaikan. Sebab, hal itu merupakan ranah KPK.

“Jumlah yang diperiksa kurang lebih ada lima orang. Penyidikan dilakukan langsung oleh KPK,” pungkas Andy.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang jaksa di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jogjakarta. Korps adhyaksa tersebut langsung melakukan pengecekan atas operasi senyap yang dilakukan tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Pusat Penerangan Kejagung, Mukri menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pengecekan terkait OTT KPK yang kembali meringkus seorang oknum jaksa. Namun, dia belum bisa memastikan perkara apa yang meringkus pegawai korps adhyaksa tersebut. “Masih konfirmasi ke Yogjakarya (Kejaksaan Negeri Yogyakarta, red). Jadi masih dilakukan pengecekan,” ucap Mukri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tim KPK menangkap sejumlah pihak yang diduga terlibat perkara suap menyuap. “Ya ada kegiatan OTT di Jogja. Ada sekitar empat orang yang diamankan dan sejumlah uang,” terang juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (19/8) malam.

Lebih lanjut kata Febri, terkait OTT tersebut, pihaknya mengamankan sejumlah uang senilai Rp100 juta. Saat ini, para pihak yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 1×24 jam, guna ditentukan status hukumnya. Usai diperiksa, nantinya para pihak yang diamankan akan dibawa ke kantor lembaga antirasuah di Jakarta.

Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang jaksa di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jogjakarta. Korps adhyaksa tersebut langsung melakukan pengecekan atas operasi senyap yang dilakukan tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Katanya ada salah satu orang jaksa, tapi kita belum tahu informasinya secara utuh,” kata Kepala Pusat Penerangan Kejagung, Mukri , Senin (19/8).

Kerusuhan Papua, Lapas Sorong Dibakar dan 258 Napi Kabur

Film ‘Mulan’ Terancam Diboikot di Hong Kong

Gubernur Sulsel Sambangi Mahasiswa Papua, Nurdin Abdullah: Masyarakat Sulsel Mencintai Kalian

PT Foster Hengkang ke Myanmar, Birokrasi Terlalu Sulit

Putri Mantan Bupati Mamuju Dipastikan Maju Lawan Petahana

Mukri menyampaikan, saat ini pihaknya tengah melakukan pengecekan terkait OTT KPK yang kembali meringkus seorang oknum jaksa. Namun, dia belum bisa memastikan perkara apa yang meringkus pegawai korps adhyaksa tersebut.

“Masih konfirmasi ke Jogja (Kejaksaan Negeri Jogjakarta, red). Jadi masih dilakukan pengecekan,” ucap Mukri.

Sebelumnya, tim penindakan KPK kembali menggelar OTT. Dalam operasi senyap di Jogja ini, tim berhasil menangkap beberapa aparat penegak hukum di lingkungan korps adhyaksa DIY.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tim KPK menangkap oknum jaksa di lingkungan Kejaksaan Negeri Jogjakarta. Selain menangkap oknum jaksa, Tim lembaga antirasuah juga turut mengamankan sejumlah pihak lain dari swasta yang diduga terlibat perkara suap menyuap.

Lebih lanjut kata Febri, terkait OTT tersebut, pihaknya mengamankan sejumlah uang senilai Rp 100 juta yang diduga sebagai pelicin oknum jaksa terkait tugasnya sebagai TP4D (Tim Pembentukan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah).

Saat ini, para pihak yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 1×24 jam, guna ditentukan status hukumnya. Usai diperiksa, nantinya para pihak yang diamankan akan dibawa ke kantor lembaga antirasuah di Jakarta. (jp)

loading...