Aisyah Putri Budiarti Beri Saran Jokowi untuk Kursi Menkominfo

Rabu, 21 Agustus 2019 - 13:08 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Aisyah Putri Budiarti mewanti-wanti Presiden Joko Widodo tak salah pilih figur untuk posisi menteri komunikasi dan informatika (Menkominfo). Menurutnya, figur Menkominfo harus memenuhi dua syarat minimal.

“Kalau menurut saya, dalam hal apa pun termasuk telekomunikasi dan informatika, penempatan menteri harus setidaknya memenuhi dua syarat,” kata Aisyah di Jakarta, Rabu (21/8).

Syarat pertama adalah integritas. Menurutnya, menteri harus memiliki rekam jejak yang memperlihatkan komitmen untuk kepentingan publik dan tidak terlibat korupsi.

Kedua, figur menteri harus memiliki kapasitas tentang kementerian yang dipimpinnya. “Kapasitas dalam artian memiliki pengetahuan, pengalaman dan networking dasar pada bisa tersebut, sehingga dalam masa jabatan yang singkat (5 tahun, red) para menteri tersebut bisa secara optimal bekerja,” ucap Aisyah.

Fahri: Presiden Ngomongnya Sekadar Sabar, Jangan Dong

Pakde Karwo Diperiksa KPK soal Kasus Ketua DPRD Tulungagung

Spider-Man Keluar dari MCU, Fan Manusia Laba-laba Bereaksi

Nasabah Mengamuk, Uangnya Raib Rp2 M di Bank Mandiri

Jerat Imam Nahrawi, KPK Kumpulkan Alat Bukti

Dengan dua kriteria tersebut, lanjut Aisyah Putri Budiarti, maka figur Menkominfo mendatang bisa dari kalangan profesional. “Bisa diisi orang yang murni profesional maupun dari partai yang profesional berkapasitas,” ujar peneliti LIPI yang membidangi perkembangan politik nasional itu.

Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Kristiono berpandangan, Menkominfo harus figur yang memahami peran information and comunication technology (ICT) sebagai enabler bagi perkembangan dan kemajuan sektor lainnya.

Selain itu, katanya, Menkominfo harus mampu membuat kebijakan maupun regulasi berdasarkan pendekatan multistakehoders dan kolaboratif dengan sektor lainnya, serta bisa mengembangkan kemitraan strategis secara global untuk memperkuat daya saing bangsa.

“Sebaiknya dari kalangan profesional. Tantangan ke depan bagaimana kita tidak hanya memiliki tapi mampu menguasai, kita memiliki market yang besar namun belum kita kuasai,” tambah Kristiono. (jpnn)

loading...