Bowo Sidik Pangarso Minta Fee Rp1 Miliar untuk Jasa Angkut

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membongkar perkara suap dan gratifikasi kerja sama pengangkutan di bidang pelayaran yang menjerat anggota VII DPR RI Bowo Sidik Pangarso.

Dalam persidangan, Bowo disebut membuat kesepakatan dengan pemberi suap, yaitu Manager Commercial PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.

“Ada fee permintaan terlebih dahulu total Rp1 miliar. Apabila tidak sesuai MoU tidak bisa di tanda tangani,” kata Bowo dalam rekaman telepon, di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (21/8).

Asty yang menjadi saksi dalam persidangan langsung menanggapi rekaman telepon tersebut. Menurutnya, pihaknya memohon bantuan agar kapal-kapalnya dapat kembali beroperasi.

“Kami memohon bantuan agar kami bisa jalan kembali. Kesepakatan itu akan dibicarakan ke PT Pupuk Indonesia Logistik (PT Pilog),” ucap Asty.

Selanjutnya, data dan informasi diberikan Asty kepada Bowo melalui email. Transfer data itu dilakukan dihari yang sama saat Asty pertama kali bertemu dengan Bowo pada 8 Desember 2018 di restoran Blue Eight, Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.

“Segala informasi di sampaikan lewat email. Setelah itu baru ada pertemuan direksi Pupuk Indonesia dengan HTK. Pertemuan seluruhnya diatur atas Bowo Sidik,” jelas Asty.

Bowo bersama orang kepercayaannya Indung dan Manager Commercial PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap kerja sama pengangkutan pupuk milik PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT HTK. Bowo dan Idung penerima sedangkan Asty pemberi suap.

Seiring Sejalan, Listrik dan Industri Kafe

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...