Family Business (Bisnis Keluarga)

Rabu, 21 Agustus 2019 08:25

AM Nur Bau Massepe

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin

Memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 ini, memberikan refleksi yang berbeda-beda bagi setiap orang. Kita lupakan dulu hiruk pikuk politik yang tidak habisnya, mari kita memaknai kemerdekaan dengan pemikiran tentang nasib perusahaan keluarga (family business) yang masih mampu bertahan dan tetap menjadi sebagai motor penggerak ekonomi di Sulawesi Selatan.Ada mitos terhadap bisnis keluarga yaitu generasi pertama yang membangun, generasi kedua menikmati, dan generasi ketiga menghancurkannya. Mendiskusikan family business atau bisnis keluarga adalah suatu hal yang tidak ada habisnya dan tetap saja menarik. Sebelum berlanjut, kita bahas dulu konsep family business sebagi berikut. Suatu perusahaan dikatakan bisnis keluarga bila sebuah perusahaan bisnis yang apabila mayoritas suara atau pengendalian berada di bawah pengendalian keluarga (pasangan, orang tua, anak atau masih kerabat sang pemilik).Dalam arti luas yang lebih luas, sebuah perusahan publik (Tbk) bila pendiri memiliki 25 persen hak atas perusahaan melalui penanaman modal atau memiliki satu orang atau lebih anggota keluarga dalam management board dalam perusahaan tersebut juga dikategorikan sebagai perusahaan keluarga.

Bagikan berita ini:
10
9
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar