Family Business (Bisnis Keluarga)

Rabu, 21 Agustus 2019 08:25

Ada hal krusial mengapa isu family business (bisnis keluarga) menjadi perhatian terutama bagi kita bersama karena fakta menunjukkan 95 persen bisnis di Indonesia merupakan bisnis keluarga. Hasil laporan riset dari PwC (Pricewaterhouse Coopers) ditahun 2014 mengungkapkan bahwa bisnis keluarga berkontribusi 25 persen PDB kita dengan total kekayaan Rp 134 trilyun. Selain itu PwC menyebutkan bahwa 40.000 orang yang kategori kaya datang dari golongan bisnis keluarga atau 0,2 persen dari total penduduk kita.Tidak berlebihan kalau penulis mengatakan bahwa bisnis keluarga merupakan salah satu pilar kemajuan suatu perekonomian suatu negaradan daerah.Ditingkatan regional misalnya Sulawesi Selatan, walaupun tidak berdasarkan suatu riset, penulis berpendapatan bisnis keluarga berperan terhadap pembukaan lapangan pekerjaan, dan kontribusi terhadap pajak daerah, serta ikut membantu pemerintah daerah dalam memperluas basis ekonomi dan penyediaan jasa yang tidak dapat disediakan oleh pemerintag kepada masyarakat.Kita mengenal perusahaan keluarga milik Haji Kalla (Kala Group), Aksa Mahmud (Bosowa Group), Alwi Hamu (Fajar Group), Keluarga Tandiwan dengan Galesong Group, Willianto Tanta dengan Phinisi Hospitality Group,  A.Idris Manggabarani (IMB Group), CV Rahmat kini menjadi R8 Group dan masih banyak lagi bisnis keluarga yang berbasis di kota kita. Keberadaan perusahaan tersebut telah memberi konstribusi yang tidak sedikit bagi pengembangan ekonomi serta sosial kemasyarakatan  bagi daerah kita.

Bagikan berita ini:
6
7
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar