Family Business (Bisnis Keluarga)

Rabu, 21 Agustus 2019 08:25
Belum ada gambar

Kembali mengutip laporan PwC 2014, bahwa untuk tantangan ekternal perusahaan keluarga harus menghadapi faktor-faktor seperti semakin ketatnya persaingan, apalagi dengan berlakunya MEA tentu perusahaan keluarga yang ada di daerah ini harus siap dengan masuknya pemain-pemain dari negara ASEAN. Selain itu, kondisi global ekonomi masih diwarnai perang dagang Amerika dan China, nilai tukar kurs yang belum stabil, infrastruktur yang masih minim sehingga menimbulkan biaya lebih tinggi seperti konektivitas seperti internet ataupun logistik.Melihat tantangan yang semakin kompleks di masa depan mau tidak mau bisnis keluarga harus berkonsilidasi dalam mengelola manajemen lebih modern, membangun kapabilitas teknologi (otomasi) dan mampu beradaptasi dengan pasar (perubahan perilaku konsumen) yang saat ini sangat dinamis, penuh ketidakpastian dan fenomena disrupsi  dengan munculnya start up (perusahaan rintisan berbasis teknologi) yang bisa merusak pasar perusahaan bisnis keluarga.Kunci utama dari keberlangsungan dari bisnis keluarga adalah keberhasilan mereka melakukan suksesi kepemimpinan bisnis dari generasi ke generasi selanjutnya. Perusahaan keluarga dituntut untuk mencapai tujuan jangka perusahaan dengan pengelolaan lebih profesional, menjadi semakin inovatif dalam hal manajemen dan produksi. Mereka mampu menarik tenaga kerja (SDM) yang terampil dan berkualitas kedalam perusahaannya.Salah satu indikator keseriusan perusahaan keluarga untuk berkelanjutan adalah listing di pasar modal atau melakukan IPO (Initial Public Offering). Mengapa, karena hampir permasalahan dari perusahaan keluarga dapat teratasi dengan melakukan IPO, seperti penguatan struktur modal (akses pendanaan jangka panjang & pendek), perbaikan tata kelola (Good Corporate Governance), peningkatan nilai perusahaan dan Corporate branding dan “polemik” keluarga berkurang. Memang tidak mudah perusahaan keluarga untuk listing di bursa efek, memiliki banyak persyaratan dan komitmen yang harus dipenuhi ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), tetapi ini bukan hal yang tidak mungkin. (*)

Bagikan berita ini:
3
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar