Majelis Ulama Indonesia Minta Klarifikasi Ustaz Abdul Somad

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengundang, Ustaz Abdul Somad (UAS) datang ke kantor, Rabu (21/8) sore, dalam rangka memberikan klarifikasi atau tabayun atas videonya yang belakangan viral.

Hal tersebut sesuai dengan hasil keputusan rapat pimpinan harian MUI, Selasa (20/8) yang menyepakati akan mengundang UAS untuk bersilaturahmi sekaligus klarifikasi.

“Kami ingin menggali informasi dari beliau untuk mengetahui secara detail tentang kronologi permasalahan agar nantinya tidak salah dalam mengambil keputusan, maka kami perlu bertabayun terlebih dulu dengan yang bersangkutan. Insyaallah beliau siap bertemu dengan kami hari ini jam 15.00 di kantor MUI,” kata Waketum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, Rabu (21/8).

Menurut Zainut, Majelis Ulama Indonesia ingin memposisikan diri sebagai mediator atau penengah dalam menyelesaikan masalah ini. Harapannya masalah ini cepat bisa diselesaikan sehingga tidak berlarut.

“Kami mengimbau kepada semua pihak untuk bersabar, tetap tenang, tidak terpancing dan terprovokasi oleh pihak-pihak yang sengaja ingin menciptakan keresahan di masyarakat dengan cara mengadu domba antarumat beragama,” pungkasnya.

Susy Susanti Love All Tayang 24 Oktober

Tragis, Pekerja Tewas Tertimpa Ekskavator di Lokasi Tambang

Yeo Jia Min, Gadis Singapura Pembunuh Raksasa Jepang

Ada Pelanggaran Nurdin Abdullah Berdasarkan Fakta Persidangan

Presiden Afghanistan Bersumpah Membalas Dendam

Wapres Jusuf Kalla atau JK meminta Ustaz Abdul Somad alias UAS, untuk menjelaskan yang sebenarnya terkait ceramahnya yang menyinggung soal salib, yang oleh sebagian kalangan dinilai bermuatan penistaan agama.

“Apa yang terjadi pada Ustadz Somad itu tentu harus diklarifikasi, karena juga banyak usulan. Ya dilalui (menggunakan) proses yang ada di negeri ini,” kata JK kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Selasa.

Jusuf Kalla juga mengimbau kepada seluruh penceramah agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu atau Buddha, harus menyampaikan konten khotbah yang menimbulkan ketenteraman dan menjaga perdamaian di kalangan masyarakat.

“Kita semua, apakah itu Islam, Kristen, Buddha, dalam berdakwah atau dalam memberikan khotbahnya haruslah lebih adem dan lebih menghormati satu sama lain,” tegasnya.

Seperti diberitakan Ustaz Abdul Somad, dalam sebuah potongan video ceramahnya, menyinggung simbol agama Katolik. UAS menilai salib adalah tempat bersarangnya jin kafir. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment