Muhaimin Iskandar Aklamasi, Master C19 Puji Komitmen PKB

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, NUSA DUA– Abdul Muhaimin Iskandar terpilih aklamasi sebagai Ketua Umum DPP PKB Periode 2019-2024, dalam sidang Pleno ke-4 Muktamar PKB 2019 yang berlangsung di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8) dini hari.

Ketua Sidang Pleno Ke-4 Muktamar PKB, Ida Fauziah didampingi Sekretaris Sidang, Syaifullah Mak’sun selanjutnya menetapkan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua PKB periode 2019-2024.

Penetapan tersebut berdasarkan dukungan dan permintaan dari DPW PKB seluruh Indonesia, saat menyampaikan pandangan umum terhadap Laporan Pertanggungjawaban DPP PKB Periode 2014-2019.

Setelah Muhaimin ditetapkan, sidang di skor sampai dengan Rabu, 21 Agustus 2019 pukul 09.00 WITA.

Ketua Dewan Pembina Master C 19, Gus Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin mengapresiasi komitmen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk melanjutkan perjuangan para ulama.

Komitmen yang kerap disampaikan Ketua Umum PKB, Ahmad Muhaimin Iskandar (Gus Ami) dalam jargon ‘Jas Hijau’ (Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama) itu, menurutnya selaras dengan visi master C 19, yang merupakan akronim dari Masa Terang Cahaya 19.

“Muktamar PKB ke 5 ini, merupakan ajang refleksi buat pengurus dan kader partai yang dilahirkan oleh para ulama NU ini. Jargon Jas Hijau yang sering disampaikan Cak Imin sangatlah tepat. Sebab, lahirnya PKB tidak lepas dari peran para ulama,” papar Gus Syauqi di sela-sela Rapat Kerja Nasional I Master C19, di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8).

Menurut Gus Syauqi, Kiai Ma’ruf bersama sejumlah ulama NU, turut membidani lahirnya partai warga Nahdliyin tersebut. Bahkan, sebelum PKB benar-benar lepas landas sebagai partai besar seperti sekarang ini, KMA adalah Ketua Tim 5. “Tim 5 ini ibarat peniup ruh bagi PKB,” ungkapnya.

Pegawai Kebun Binatang Cabuli Pengunjung, Bocah 8 Tahun

Munas Alim Ulama PKB, Daulah Islamiyah Harus Bermartabat

ACC Minta Polda Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Buku PAUD Disdik Bone

Gadis Muda Buka Praktik Pijat di Hotel, Tarifnya Rp2,5 Juta

Mahasiswi Papua Blak-blakan Soal Isu Diskriminatif, Ternyata

Saat itu KMA ditunjuk sebagai Ketua Tim 5 yang beranggotakan para kiai NU dari struktur PBNU maupun dari kultur pesantren.

“Nah jasa Tim 5 ini jangan sampai terlupakan,” harapnya.

Justru sebaliknya, lanjut Gus Syauqi, para ulama sepuh yang pernah ikut membidani lahirnya partai berlambang bola dunia ini dijadikan kebanggaan.

“Menurut saya ini jadi kebanggaan PKB. Bahwa yang jadi wapres saat ini, orang asli PKB,” pungkasnya.

Sementara, Direktur Master C 19, Doddy Dwi Nugroho mengungkapkan, pihaknya sengaja menggelar Rakernas di Nusa Dua, agar bias bersilaturahim dengan para kiai dan kader NU yang juga hadir di arena Muktamar PKB ke 5.

“Visi Master C adalah mengawal Kiai Ma’ruf sebagai ulama sekaligus umara. Selain berdiskusi mematangkan program kerja, kami juga bisa bersilaturahim dengan para ulama dan kader NU di PKB, sekaligus juga mengawal kehadiran Kiai Ma’ruf di arena Muktamar ini,” tandasnya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...