Dua Tahun, 30 Ibu Hamil Positif HIV/AIDS

Kamis, 22 Agustus 2019 08:18
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID,TANJUNG SELOR–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) menemukan 19 ibu hamil (bumil) di tahun 2018 yang positif menderita human immunodeficiency virus dan acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS), kemudian dari Januari hingga Juli 2019 Dinkes kembali menemukan sebanyak 11 bumil positif HIV/AIDS. Artinya, selama dua tahun telah ditemukan sebanyak 30 bumil yang positif HIV/AIDS.Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, semua bumil yang ditemukan positif HIV/AIDS akan terus dikawal hingga proses persalinannnya. “Jadi bumil harus melahirkan di layanan kesehatan,” kata Agust kepada Radar Kaltara saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/8)Secara data lanjutnya, memang terlihat ada peningkatan di tahun 2018. Namun, kata dia, data itu bisa saja berubah, karena data di tahun 2019 hanya sampai bulan Juli. Artinya data itu belum selesai.“Tapi kita berharap jumlah itu tidak semakin bertambah,” harapnya.Dijelaskan, seorang ibu yang positif HIV/AIDS kemungkinan besar akan melahirkan anak yang menderita HIV/AIDS. Apabila bumil cepat terdeteksi, minimal enam bulan sebelum melahirkan itu ada kemungkinan bayi yang dilahirkan tidak menderita HIV/AIDS.“Sudah ada beberapa kejadian bumil yang sudah menjalani terapi selama enam bulan di masa kehamilan, bayi yang dilahirkan tidak menderita HIV,” bebernya.Sekarang ini ada namanya Program Triple Eliminasi. Dalam program itu, semua bumil akan diperiksa tiga penyakit menular, yang pertama HIV/AIDS, kedua hepatitis B dan ketiga infeksi menular seksual.

Komentar


VIDEO TERKINI