Dua Tahun, 30 Ibu Hamil Positif HIV/AIDS

Kamis, 22 Agustus 2019 08:18
Belum ada gambar

“Jadi setiap bumil yang berkunjung ke puskesmas, wajib mendapatkan pemeriksaan tiga penyakit itu. Dari situ kita akan bisa menjaring mana bumil yang kena hepatitis B maupun HIV,” jelasnya.Apabila seorang bumil masuk di wilayah malaria, maka bumil juga akan mendapatkan tambahan pemeriksaan malaria. Tapi minimal tiga penyakit menular itu. Karena sudah menjadi program.“Untuk Kaltara sejauh ini pelaksanaannya sudah cukup baik, bahkan hampir semua layanan kesehatan telah melakukan program tersebut,” ujarnya.Lebih lanjut dijelaskan, cara penularan hepatitis B sebenarnya sama dengan HIV/AIDS, dan cara pengobatannya juga sama seumur hidup. Dan kedua penyakit ini sama-sama berbahaya.“Sekarang ini banyak orang yang beranggapan bahwa hepatitis B sebagai penyakit yang biasa saja. Sebenarnya hepatitis yang biasa itu hepatitis A, kalau B itu sangat berbahaya,” jelasnya.Dalam hal ini, Agust mengimbau kepada bumil agar dalam waktu masa kehamilan melakukan pemeriksaan kehamilan di puskesmas. “Minimal satu kali dalam masa kehamilan, khususnya di awal-awal masa kehamilan, karena apabila ditemukan positif penyakit menular akan cepat mengikuti proses terapi untuk menyelamatkan bayi yang ada di dalam kandungan,” bebernya.Pemeriksaan, sambung Agust, harus di puskesmas, karena kalau pemeriksaan di swasta atau dokter praktek tidak ada pemeriksaan tiga penyakit itu, sehingga bumil harus melakukan pemeriksaan di puskesmas.“Puskesmas itu sudah ada standarnya, jadi kami menimbau kepada bumil untuk melakukan pemeriksaan di puskesmas, hal itu penting dilakukan untuk memastikan tumbuh kembang bayi,” pungkasnya. (prokal)

Komentar