Mengalami Stres  Ternyata Membuat Pria Rentan Flek Hitam

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR— Pria lebih rentan terkena masalah hiperpigmentasi atau flek hitam besar di wajah. Salah satunya karena stres.

Spesialis Kulit dan Kelamin, Rumah Sakit Hikmah, dr Alwi Andi Mappiasse SpKK FINSDV FAADV mengatakan, salah satu fakto penyebab flek yakni hormonal. Pemicunya adalah stres. Selain itu, pria juga lebih cenderung melakukan aktivitas di luar rumah sehingga paparan ultraviolet dari matahari membuat melanosit (sel yang berfungsi melindungi kulit dari paparan matahari) banyak. Perbanyakan itulah yang memunculkan kulit yang lebih menghitam.

Padahal, pada pria juga dibutuhkan penggunaan sunblock untuk melindungi wajahnya dari matahari minimal dengan kadar SPF 30. “Namun, pria sangat jarang memperhatikan. Bahkan tidak mencuci wajah usai aktivitas yang akhirnya membuat sel kulit mati tertinggal dan pertumbuhan sel kulit baru tertahan,” ungkapnya.

Pada pria yang melakukan diet terlalu ketat juga sangat mungkin terjadi flek. Kekurangan vitamin dan protein, menghambat pembentukan sel baru. Kebutuhan vitamin c haruslah cukup karena vitamin ini mempertahankan warna kulit agar tak terlalu hitam.

Pada pria pun kadang tak memperhatikan penggunaan kosmetik tepat. Kandungan hidrokinon dalam kosmetik yang tak sesuai dengan tipe wajah justru bisa memunculkan flek bahkan inflamasi. Mereka yang menggunakan pun seharusnya melindungi wajahnya dari paparan sinar matahari sehingga tak timbul masalah kehitaman pada wajah.

Penggunaan antibiotik tetrasiklin pun juga bisa memunculkan flek. Tetrasiklin sendiri merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada kulit, usus, saluran pernapasan, saluran kemih, kelaimin, dan beberapa bagian lain di tubuh. Ketika mengonsumsinya, lalu tak melindungi kulit dari paparan matahari, maka obat ini akan bereaksi dengan menghitamkan kulit sehingga bisa timbul flek.

Spesialis Kulit dan Kelamin, Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, dr Asnawi Madjid SpKK(K) MARS mengatakan, untuk menjaga kulit tetap sehat juga perhatikan penggunaan sabun. Untuk kulit kasar dan cenderung berminyak perlu menggunakan sabun yang mengandung antiseptik. Penggunaan sabun tersebut juga sangat tepat bagi kulit kasar akibat jerawat.

“Sabun ada macam-macam. Baiknya gunakan sabun yang pH-nya stabil yang tidak alkalis dan tidak asam,” ungkapnya.

Bagi yang aktif di lapangan tentu saja harus rajin membersihkan wajah sesering mungkin karena paparan kotoran yang lebih sering. Tidak dianjurkan untuk mengganti merek sabun, ketika komposisi sabun berbeda jauh dari sabun yang sebelumnya digunakan. (ind/dni)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...