Mohammad Javad Zarif: Iran Bisa Bertindak Tak Terduga

Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:10 WIB

FAJAR.CO.ID, STOCKHOLM – Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengingatkan dunia bahwa pihaknya dapat bertindak tidak terduga. Hal itu disampaikannya terkait kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang kian serampangan di bawah kepemimpinan Donald Trump

“Presiden Trump tidak bisa mengharapkan pihak lain bersikap normal sementara dia bertindak serampangan. Ketidakpastian akan menyebabkan hal-hal yang tidak bisa diprediksi dan tidak dapat diprediksi adalah kacau,” kata Zarif dalam pidato di Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Rabu (21/8).

Beberapa bulan terakhir, perdagangan komoditas global terganggu akibat serangkaian serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Amerika Serikat menuding Iran berada di balik teror tersebut.

Iran sudah membantah tudingan AS tersebut. Namun, Washington tetap menyerukan sekutu-sekutunya untuk bergabung dalam operasi pengamanan di Selat Hormuz.

“Arab Teluk tidak dapat mencapai kestabilan (di kawasan) dengan menghabiskan miliaran dolar untuk membeli senjata dari Barat. Kehadiran militer asing (di Teluk), seberapa pun besarnya, tidak akan mampu mencegah rasa tidak aman,” ucap Zarif.

Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh Pemberontak Houthi

APBN Sokong Rp25 Triliun, BPJS Masih Defisit Rp9,1 Triliun

DKPP Copot Ketua KPU dan Ketua Bawaslu di Daerah Ini

Tepergok Berduaan di Kamar, Ngaku Saudara Angkat

Mengalami Stres  Ternyata Membuat Pria Rentan Flek Hitam

Dia menambahkan bahwa negara-negara Arab di kawasan Teluk seharusnya tidak bergantung kepada pihak dari luar kawasan untuk keamanan. Mereka justru seharusnya mengecam pengiriman armada Angkatan Laut AS ke Teluk.

“(Jika Anda) ingin berbicara tentang keamanan, jangan mengirim armada ke Teluk Persia. Ini adalah kumpulan kecil air. Dengan mengirim armada, Anda tidak melindungi kebebasan navigasi, Anda menghalangi kebebasan navigasi,” lanjut Mohammad Javad Zarif.

Sejauh ini, Inggris, Australia, dan Bahrain telah bergabung dengan misi keamanan yang dipimpin AS di Teluk Hormuz. Kapal-kapal tempur mereka berjaga di sekitar area perairan yang memiliki peran penting dalam perdagangan minyak dunia tersebut. Kondisi itu semakin memanaskan situasi keamanan di Teluk Persia dan Selat Hormuz. (jpnn)

Loading...