Pemkot Tidore Perlu Tingkatkan Anggaran untuk Penanganan Sampah

Kamis, 22 Agustus 2019 - 20:53 WIB
Suasana diskusi Pemerintah Kota Tidore bekerja sama dengan Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia dan YAPPIKA di Elang Kafe, Kota Tidore, Kamis (22/8). (ist)

FAJAR.CO.ID, TIDORE – Pemerintah Kota Tidore bekerja sama dengan Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia dan YAPPIKA menggelar Dialog Multi Pihak Ke-2 yang dilaksanakan di Elang Kafe, Kota Tidore, Kamis (22/8).

Acara dialog dengan mengangkat isu tentang lingkungan dibuka oleh Sekda Kota Tidore, Drs. Asrul Sani Soleman, M.Si.

Dalam sambutannya, Sekda Tidore menyampaikan apresiasinya kepada Kopel sebagai penyelenggara. Dia menambahkan bahwa isu lingkungan hidup yang diangkat dalam dialog ini merupakan isu strategis yang perlu mendapat perhatian, terutama terkait sampah, limbah, pencemaran laut, sumber daya air, ruang terbuka hijau dan banjir.

Asrul Sani berharap agar permasalahan lingkungan ini menjadi tanggung jawab bersama melalui kolaborasi antar stakeholder baik pemda, masyarakat maupun swasta. Harapan lainnya, Sekda meminta agar dalam diskusi ini ada solusi dan rekomendasi untuk pemerintah. Jelasnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung santai ini, dihadiri dari unsur Pemerintah Kota, Komisi 3 DPRD Kota Tidore, ormas, OKP dan jurnalis. Hadir pula komunitas-komunitas peduli lingkungan.

Diskusi yang berlangsung alot ini memunculkan berbagai isu baru terkait masalah lingkungan khususnya penanganan persampahan.

Di akhir diskusi, Kabag Organisasi Setda Kota Tikep, H. Muhammad Sjarif,S.IP ,M.Si turut berharap agar stakeholder bisa membangun kolaborasi dengan pemerintah untuk membenahi kualitas layanan publik.

“Semoga kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif antar stakeholder untuk mendorong peningkatan layanan publik bagi masyarakat,” harapnya.

Kegiatan diskusi ini ditutup dengan penandatangan berita acara beserta rekomendasi-rekomendasi yang akan diserahkan ke Walikota.

Rekomendasi itu diantaranya, perlu ada penambahan mobil pengangkut sampah di seluruh kelurahan Kota Tidore. Kemudian, perlu adanya program lintas sektor untuk membuat ruang-ruang publik ramah anak, usulan ini sekaligus untuk persiapan Sail Tidore 2021.

Bahkan, perlu ada peningkatan anggaran untuk penanganan sampah. Melakukan evaluasi terhadap kinerja petugas persampahan, serta perlu peningkatan sosialisasi secara maksimal oleh Dinas Lingkungan Hidup terkait penanganan sampah. (yon)

Loading...