Pengangkatan Tenaga Ahli Dinilai Pemborosan Anggaran

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID,BELOPA---Rencana Pemerintah Kabupaten Luwu mengangkat empat tenaga ahli mendapat sorotan. Pengangkatan para tenaga ahli hanya pemborosan anggaran sebanyak Rp240 juta. Praktisi Hukum dan Pemerintahan, Syafruddin Jalal mengingatkan Pemerintah Kabupaten Luwu yang akan mengangkat empat tenaga ahli untuk hati-hati. ''Pengakatan empat tenag ahli merupakan pemborosan anggaran,''kata Jalal kepada FAJAR, Selasa 20 Agustus. Pengangkatan tenaga ahli ini masuk pengertian korupsi. Masalah ini dijelaskan dalam undang-undang korupsi. Ada 13 pasar menjelaskan tentang korupsi. Apalagi dari empat tenaga ahli ada terdapat pensiunan PNS dan purnawiran TNI. Dia menilai orang pensiun itu sudah tidak mampu lagi menjalankan pemerintahan dengan baik. Makanya, pemerintah memberikan pensiun. Menurut Jalal, pengangkatan tenaga ahli in merupakan pemborosan anggaran. Apalagi dana yang digunakan mencapai Rp200 juta tiap tahun. ''Ini masuk pengertian korupsi. Apalagi kalau masuk unsur kepentingan politik,''tegas Jalal. Mantan Ketua Panwaslu dan KPU ini menyarankan kepada Pemda Luwu untuk hati-hati dalam menggunakan dan memanfaatkan anggaran. Dia mempertanyakan apa gunanya mengangkat tenaga ahli. Sementara di pemerintahan ada staf ahli dalam berbagai bidang. Ada bidang hukum, bidang pemerintahan dan bidang lainnya. Mereka berasal dari eselon II yang memiliki pengalaman dan kemampuan yang mumpuni. ''Lebih baik manfaatkan saja staf ahli yang ada. Jangan jabatan staf ahli sebagai tempat pembuangan pejabata eselon II,''paparnya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan