Rp20 Miliar Uang Nasabah Bank Mandiri Raib

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:19 WIB

FAJAR.CO.ID,SIDRAP–Kasus hilangnya uang nasabah Bank Mandiri kantor Cabang Sidrap terus bergulir bak bola salju. Semakin lama dana yang diduga raib kian bertambah besar.

Jika sebelumnya disebutkan Rp2 miliar lebih milik satu orang nasabah, kini membengkak menjadi Rp20 miliar. Angka itu berada dalam rekening 10 orang nasabah
H Podda yang pertama kali mengungkap kasus ini, kembali membeber fakta baru. Pria yang berprofesi sebagai kontraktor ini memiliki uang Rp2 miliar yang hilang di rekening Bank Mandiri.

Kepada wartawan di kediamannya, Rabu (21/8), H Podda mengaku bukan hanya dirinya yang menjadi korban kehilangan dana di rekening Bank Mandiri. Melainkan sudah banyak nasabah lainnya yang mengalami hal serupa.

“Saya sudah berkoordinasi dengan korban lainnya. Estimasi dana nasabah yang hilang dari rekening mencapai Rp20 miliar lebih. Itu baru 10 orang korban. Belum yang lainnya,” beber H Podda.

Diakui, simpanannya sebesar Rp2 miliar di Bank Mandiri ditabung sejak 2016 hingga saat ini. Saat itu ia melakukan pemindahbukuan dari rekening Bank Sulselbar Cabang Sidrap. Uang tersebut murni diperoleh dari usahanya sebagai kontraktor selama ini.

“Uang itu murni hasil keringat saya sebagai kontraktor. Makanya, saya akan tuntut Bank Mandiri hingga titik darah penghabisan,” ancamnya.

Ditanya imbauan polisi untuk membawa kasus ini ke ranah hukum, H Podda menegaskan, dia baru mendata korban lainnya. Selanjutnya bersama-sama mengambil langkah hukum bersama pengacaranya.

“Tadi (kemarin) saya dipertemukan dengan Kapolres Sidrap. Wakil Bupati (H Mahmud Yusuf) yang menfasilitasi pertemuan ini. Prinsipnya, saya bersama korban lain diarahkan melapor resmi,” ungkap H Podda usai bertemu kapolres dan wabup, Rabu (21/8).

Di tempat yang sama, H Makmur Raona selaku pengacara H Podda, menegaskan pihaknya baru akan menempuh jalur hukum setelah berkoordinasi kliennya dan korban lain.

H Makmur turut membenarkan sejumlah nasabah Bank Mandiri yang juga menjadi nasabah korban. Diperkirakan ada Rp20 miliar uang mereka yang raib dari rekening .
“Untuk saat ini kami masih mendata semua korban. Selanjutnya kita ambil langkah hukum,” tandasnya.

Hilangnya dana kliennya di rekening, diduga kuat oleh Makmur karna adanya praktik kejahatan perbankan yang sistematis dan terstruktur. Indikasinya, ada upaya pembodohan nasabah oleh oknum tertentu.

“Kok bisa ada transaksi di rekening klien saya sebanyak 38 kali hanya sekali waktu tanpa diketahui H Podda. Ini ada apa,” cetus H Makmur.

Begitu pula dengan dana nasabah atas nama Hj Gusnani. Rekening miliknya dibobol dan kehilangan uang Rp500 juta. Padahal ia sama sekali tidak pernah mengetahui ada transaksi kredit melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Dirinya bahkan tidak pernah membuat dan memiliki kartu ATM Bank Mandiri.

“Saya juga heran uang saya hilang di rekening Bank Mandiri. Setelah kami telusuri, dana itu sudah dicairkan secara bertahap melalui ATM. Ada yang ditransfer, ada juga ditarik tunai,” aku istri H Podda ini di kediamannya, kemarin.

Diarahkan Melapor Resmi

Dihubungi terpisah, Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono membenarkan adanya pertemuan dengan H Podda yang difasilitasi Wabup H Muh Yusuf.

“Saya ketemu H Podda yang difasilitas wabup. Intinya, kami arahkan melapor resmi. Semua yang diceritakan korban ini patut diambil tindakan hukum. Kami belum bisa berbuat kalau tidak ada laporan resmi dari korban,” tegas Budi Wahyono.

Mengenai adanya dua oknum asuransi yang sebelumnya disebutkan terlibat dalam kasus ini, menurut Budi, itu nantinya akan terkuak jika sudah dilakukan pengusutan.

Area Head Bank Mandiri Pare-pare Hari N Sujiono, mengatakan sebagai lembaga keuangan yang di awasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), pihaknya senantiasa memastikan bahwa seluruh operasional dijalankan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Termasuk dalam proses pembukaan rekening maupun transaksi keuangan nasabah. Itu semua sudah sesuai SOP dan sistem online. Pembukuan maupun bentuk transaksi itu langsung diketahui pusat ataupun BI,” tulisnya dalam rilis, Selasa (20/8).

Terkait isu hilangnya dana nasabah di rekening bank, lanjut Hari, pihaknya tengah melakukan investigasi internal. Bila diperlukan akan berkoordinasi dengan institusi berwajib.

Sehubungan dengan hal tersebut, lanjut Hari, pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan kepada para nasabah atas berita yang beredar. Selanjutnya akan melakukan tindakan hukum kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Termasuk yang bermaksud mencemarkan nama baik institusi.
“Kami masih berusaha investigasi dan menelusuri lebih dalam terkait hilangnya dana nasabah,” ucapnya. (BKM)

Loading...