RPC Pemkab Wajo Baiknya Dikelola BUMD atau Perusda

Kamis, 22 Agustus 2019 - 15:10 WIB

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Kompleks Pengolahan Beras atau Rice Processing Complex (RPC) milik Pemkab Wajo menghabiskan APBD untuk biaya listrik Rp11 juta setiap bulannya. Olehnya itu, aset senilai Rp32 miliar baiknya tidak dikelola Dinas Perindustrian Wajo.

Ketua Komisi II DPRD Wajo, Asri Jaya A.Latief mengatakan, pengelolaan RPC yang kini berada dibawah tanggung jawab Dinas Perindustrian, harus segera dibenahi oleh pemerintah daerah.

“Kalau pandangan kami dari dewan. Statusnya pengelolaannya tidak boleh dibawah dinas. Karena ada bisnis didalamnya,” ujar Asri saat ditemui di Gedung DPRD Wajo kemarin.

Olehnya itu, pengelolaan aset senilai Rp32 miliar yang berlokasi di Kelurahan Anabanua Kecamatan Maniangpajo tersebut. Diberikan tanggung jawab kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Perusda.

“Tapi itu juga harus didasari kajian. Kita lihat dulu kondisi manejemen dan peralatan dari RPC ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Wajo Amran pernah mendatangkan teknisi asal Korea, Mr. Chang pada awal Maret lalu. Namun hingga sekarang belum ada tindaklanjuti upaya pengoperasiannya.

Padahal hasil laporan teknisi tersebut sudah ada. Banyak peralatan dari mesin penggerak produk dari Hansung itu banyak tidak maksimal berfungsi.

Sementara disisi lainnya, tambah Sekretaris Komisi II DPRD Wajo, Andi Gusti Makkarodda, aset di bawah naungan Dinas Perindustrian sejak 2015 lalu itu, sampai sekarang terus mendapatkan anggaran di APBD. Itu biaya listrik sekitar Rp11 juta setiap bulannya.

“Rp11 juta biaya listriknya per bulan itu. Jadi kalau dalam setahun atau 12 bulan, totalnya Rp132 juta,” tuturnya. (ADV: Humas dan Protokoler DPRD Wajo)

loading...