Sandi Sebut Isu Referendum Soal Pemindahan Ibu Kota

Kamis, 22 Agustus 2019 - 14:15 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan calon Wakil Presiden RI, Sandiaga Uno alias Sandi berharap pemerintah melibatkan setiap warga negara ketika berencana memindahkan ibu kota kota Indonesia dari Jakarta ke salah satu provinsi di Pulau Kalimantan.

Sandi, sapaan akrab Sandiaga lantas menyinggung perlunya opsi referendum atas rencana pemindahan ibu kota.

“Malah kalau saya melihatnya karena ini sangat strategis, buat referendum. Sampaikan ke seluruh warga Indonesia, setuju enggak pindahkan ibu kota? Dengan begitu, kita jadi bagian dari pengambilan keputusan,” ucap Sandiaga ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/8).

Secara pribadi, pria Pekanbaru itu tidak memandang urgensi dari rencana pemindahan ibu kota untuk segera diwujudkan.

“Saya ingin menegaskan bahwa ini tidak prioritas. Jangan terlalu banyak dibicarakan karena masih banyak masalah-masalah yang sangat esensial,” terang dia.

WNI Abdul Satar Bawa Uang Rp3,8 Miliar, Ditangkap di Singapura

Tiga Pemuda Ini Cari Gara-gara, Mencuri di Rumah Anggota TNI

Sakit Kepala Saat Haid, Kenali Beberapa Penyebabnya

Baru Bertemu Andi, Ifa Sudah Berani Melakukan Hal Terlarang

Jalan Santai Bulu Tellue Satukan Masyarakat Antar Dusun

Sandi pun menyebut pentingnya meningkatkan kesejahteraan rakyat ketimbang membicarakan pemindahan ibu kota. Sebab, dia masih banyak melihat rakyat hidup di bawah garis kemiskinan.

Cawapres yang berkontestasi di Pilpres 2019 itu lantas berbicara data Badan Pusat Statistik khusus di provinsi Papua. Di sana, ujar dia, angka kemiskinan meningkat hampir 60 ribu orang dari tahun 2014 sampai 2018.

Menurut Sandi, kemiskinan di Papua sebuah ironi. Sebab, Papua ialah daerah dengan sumber daya alam yang kaya.

“Di mana sebuah daerah yang sangat kaya terhadap sumber daya alamnya ternyata mengalami degradasi dari tingkat kemiskinan,” pungkas dia. (jpnn)

Loading...