Sehari, Tiga Peristiwa Kebakaran di Makassar dan Gowa

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR–Musim kemarau telah memicu terjadinya kebakaran. Dalam satu hari, Rabu (21/8), tiga peristiwa berlangsung di lokasi berbeda.

Pukul 03.30 Wita, api menghanguskan satu unit rumah dan usaha mebel milik M Najamuddin (30). Lokasinya di RT 4/RW 1 Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya.

Kedua, kebakaran melanda gedung laboratorium SMK/SMTI. Ketiga, satu rumah di wilayah Somba Opu, Kabupaten Gowa yang terbakar.

Akibat musibah kebakaran di rumah dan tempat usahanya, M Najamuddin mengalami kerugian hingga ratusan juta. Tak satu pun barang miliknya bisa diselamatkan.

Menurut keterangan Najamuddin, kebakaran diduga akibat hubungan pendek arus listrik. Kemudian memercikkan api ke dinding kamar yang yang terbuat dari kayu. Si jago merah kemudian merambat secara cepat di beberapa tumpukan kayu untuk bahan baku meubel miliknya.

“Menurut pekerja saya, akibat aliran listrik katanya. Saya dan keluarga di dalam kamar. Di sebalah kamar saya ada pekerja saya dua orang melihat ada percikan api di situ. Saya kemudian bangunkan semua keluarga lalu keluar. Cepat sekali terbakar, karena kayu semua disini,” ungkapnya saat membersihkan puing-puing sisa meubelnya, Rabu (21/8).

Selain menghabiskan rumah, api juga membakar satu unit motor, mesin meubel, kursi, lemari pesanan pelanggan, serta barang jualan istri Najamuddin. Ia belum bisa menaksir total kerugian akibat musibah yang dialaminya.

“Di dalam rumah ada delapan orang. Semua barang habis. Jadi yang terbakar itu satu mesin meubel, pesanan dari pelanggan, barang jualan istri, serta mesin alat-alat pertukangan. Tidak ada yang bisa diselamatkan. Ini saja baju diberikan oleh tetangga. Petugas madam tiba setengah jam setelah api berkobar,” bebernya.

Menyusul peristiwa yang dialaminya, Najamuddin meminta pengertian dari konsumennya. Juga berharap bantuan dari pemerintah serta dermawan. Untuk sementara ia mengungsi ke rumah keluarga.

Api dari Rumput Kering

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo membenarkan adanya kebakaran di gedung SMK/SMTI.

Berdasarkan informasi dari pihak sekolah yang diperolehnya, tembok sekolah dengan Gedung Olarhraga (GOR) Sudiang berdekatan. Api berasal dari rumput kering yang terbakar di GOR Sudiang yang menjalar ke sekolah dan langsung melalap ruang laboratorium.

Awalnya, kebakaran rumput dapat dipadamkan oleh mobil pemadam dan dianggap sudah aman. Namun kemudian ternyata api masih ada, sementara mobil pemadam sudah pulang.

”Api masih tetap ada. Tidak tidak disangka langsung merembet ke ruang laboratorium. Kerugian diperkiran hampir Rp1 miliar,” ujar None, sapaan akran Irman Yasin Limpo, kemarin. (BKM)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...