Soal Ibu Kota Negara, Isran Noor: Kan Kalian Kasih Tahu Aku

Jumat, 23 Agustus 2019 - 12:43 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor angkat bicara soal ibu kota negara yang baru yang sempat dikabarkan akan pindah di wilayahnya.

Dia tampak menanggapi santai adanya bantahan Presiden RI Joko Widodo terhadap pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Sofyan Jalil yang menyebut Kaltim menjadi lokasi ibu kota negara yang baru.

“Yah nggak apa-apa. Memang. Biasa lah itu. Itu urusan mereka lah,” kata Isran, Kamis (22/8) saat ditemui wartawan di rumahnya Loa Bakung, Samarinda, Kaltim.

Sebelumnya, Isran mengetahui Kaltim disebut ibu kota negara oleh Sofyan Jalil melalui berita media massa. “Dari kalian aku tahu. Kan kalian yang kasih tahu aku,” ujar Isran kepada wartawan.

Menurut dia, bisa saja presiden memberikan kewenangan kepada Menteri ATR umumkan lokasi ibu kota negara. “Mungkin juga Bapak Presiden sudah memberikan kewenangan otoritas kepada Menteri ATR Sofyan Jalil,” sambungnya.

Isran mengungkapkan, Bappenas kini tinggal menyelesaikan satu hingga dua kajian lagi tentang ibu kota negara yang baru. Pemindahan ibu kota ini juga sudah direncanakan sejak lama. Mulai zaman Soekarno, dilanjutkan era Soeharto hingga era Susilo Bambang Yudhoyono. Akhirnya sekarang pada Presiden Joko Widodo akan mulai dibangun.

“Mulai tahun 2017 sudah dilaksanakan Bapak Presiden Jokowi. Cuma, tidak dipublikasi. Jadi ini tidak mendadak, tapi sebuah rencana yang lama. Ini kan dokumen Negara,” terang Isran menanggapi soal ibu kota negara.

Sore Ini, Pansel Umumkan 20 Capim KPK yang Lolos

Tok..! Pansus Hak Angket DPRD Sulsel Berlanjut Paripurna

Penyakit Diabetes, Coba Minum Susu Kunyit dan Kayu Manis

Viral Video Pelajar Tenggak Miras di Kelas, Polisi Lakukan Ini

Pilkada Bulukumba, PPP Beri Sinyal Dorong Kadernya

Diketahui sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa sampai saat ini pemerintah belum menentukan dan memilih provinsi mana yang bakal menjadi ibu kota yang baru. Apakah pasti di Kaltim atau di provinsi lain di Kalimantan.

Menurut Jokowi, masih ada beberapa kajian yang belum lengkap. “Ya, kita masih menunggu beberapa kajian dulu. Ada dua kajian yang belum disampaikan ke saya,” kata Jokowi di Istana Bogor, Kamis (22/8).

Jokowi memastikan bahwa belum ada keputusan atau pengumuman apapun terkait lokasi pasti ibu kota baru tersebut. Ia hanya menyebut bahwa Pulau Kalimantan lah yang pasti menjadi pengganti DKI Jakarta.

Saat ditanya mengenai apa saja kajian yang belum disampaikan, presiden enggan menjawab secara detail. “Nanti akan kita umumkan. Tunggu waktunya,” kata Jokowi. (jp)

loading...