Kala Emak-emak Berkumpul dan Berderma

Patungan Dana Tolong Warga Miskin

Berbagi makanan di bawah terik sinar mentari, tak masalah. Malah itu sudah biasa. Sudah setahun ini mereka lakukan.

SUARDI Kabupaten Pinrang

MEREKA memang hanya bisa berbagi nasi boks. Namun, cerita perjuangan di baliknya sangat menyentuh. Kelompok ibu-ibu ini menyisihkan uang belanja demi kaum duafa.

Orang-orang yang tergabung dalam komunitas ini sangat ikhlas. Murni demi kemanusiaan. Dijamin tanpa pamrih, apalagi kepentingan politik. Lagian di zaman now ini, mana ada yang serba gratis.

Orang-orang yang peduli sesama ini sebenarnya tergabung dalam komunitas yang mereka namai, Seumat. Singkatan dari Sedekah Jumat. Komunitas ini murni organisasi sosial. Dibentuk tanpa ada unsur politisnya. Apalagi kepentingan pribadi.

Sutriani Pallajarang, salah seorang pelopor komunitas Seumat ini mengatakan, organisasi ini sudah berdiri sejak 2018. Saat itu ada 80 relawan yang sering bergabung.

Enam orang yang terdorong membangun organisasi ini. Salah satunya, Sutriani ini. Bersama dengan A Hasri, Irani, Risma, Hamria, dan Shinta. "Kami ada enam semua. Boleh dibilang sebagai pelopornya. Alhamdulillah, ternyata hadirnya organisasi ini mendapat banyak respons. Banyak yang mau bergabung saat awal dibentuk," akunya, pekan lalu.

Ditegaskannya, komunitas ini betul-betul murni sosial. Malah ke depan, ia berharap, komunitas ini bisa tersebar di wilayah Sulsel. Minimal, semangat berbaginya menular ke daerah lain agar makin banyak orang yang peduli terhadap kaum papa. Jumat, 16 Agustus lalu, Sutriani dan kawan-kawannya kembali melaksanakan kegiatan berbagi Sedekah Jumat. Masih seperti biasa. Berbagi nasi kotak. Hanya saja, kali ini di jalan. Bukan di masjid.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...