Kala Emak-emak Berkumpul dan Berderma

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 10:29 WIB
Berkumpul dan Berderma

Patungan Dana Tolong Warga Miskin

Berbagi makanan di bawah terik sinar mentari, tak masalah. Malah itu sudah biasa. Sudah setahun ini mereka lakukan.

SUARDI
Kabupaten Pinrang

MEREKA memang hanya bisa berbagi nasi boks. Namun, cerita perjuangan di baliknya sangat menyentuh. Kelompok ibu-ibu ini menyisihkan uang belanja demi kaum duafa.

Orang-orang yang tergabung dalam komunitas ini sangat ikhlas. Murni demi kemanusiaan. Dijamin tanpa pamrih, apalagi kepentingan politik. Lagian di zaman now ini, mana ada yang serba gratis.

Orang-orang yang peduli sesama ini sebenarnya tergabung dalam komunitas yang mereka namai, Seumat. Singkatan dari Sedekah Jumat. Komunitas ini murni organisasi sosial. Dibentuk tanpa ada unsur politisnya. Apalagi kepentingan pribadi.

Sutriani Pallajarang, salah seorang pelopor komunitas Seumat ini mengatakan, organisasi ini sudah berdiri sejak 2018. Saat itu ada 80 relawan yang sering bergabung.

Enam orang yang terdorong membangun organisasi ini. Salah satunya, Sutriani ini. Bersama dengan A Hasri, Irani, Risma, Hamria, dan Shinta.
“Kami ada enam semua. Boleh dibilang sebagai pelopornya. Alhamdulillah, ternyata hadirnya organisasi ini mendapat banyak respons. Banyak yang mau bergabung saat awal dibentuk,” akunya, pekan lalu.

Ditegaskannya, komunitas ini betul-betul murni sosial. Malah ke depan, ia berharap, komunitas ini bisa tersebar di wilayah Sulsel. Minimal, semangat berbaginya menular ke daerah lain agar makin banyak orang yang peduli terhadap kaum papa.
Jumat, 16 Agustus lalu, Sutriani dan kawan-kawannya kembali melaksanakan kegiatan berbagi Sedekah Jumat. Masih seperti biasa. Berbagi nasi kotak. Hanya saja, kali ini di jalan. Bukan di masjid.

Jumlahnya pun kali ini bahkan jauh lebih banyak dibanding pekan-pekan sebelumnya. Ada 300 nasi boks disiapkan. Lengkap dengan air mineralnya.
“Jadi sebenarnya gini. Kami ini berbagi tidak hanya di masjid, ya. Kadang di jalan atau kalau ada musibah, misalnya, kami fokus di situ. Tetapi, berbaginya di hari Jumat,” beber ibu satu anak ini.

Yang disasar untuk diberikan nasi kotak itu adalah orang-orang duafa. Misal, tukang becak, anak jalanan, dan orang jompo atau lansia. “Ya, kadang juga kalau misal di jalan ada orang naik motor. Kami samperin. Kami kasi nasi dosnya. Semoga berkah. Amin,” harapnya.

Shinta, rekan Sutriani membeberkan, sebenarnya komunitasnya ini sudah punya planning. Yaitu, apa program kerja rutin setiap jumat.
Jadi dalam perencanaan ini, tak hanya ada bagi-bagi nasi boks untuk tukang becak, tukang ojek, petugas kebersihan, kaum duafa, anak-anak panti asuhan, dan tahfiz Alquran.

Tetapi, sebenarnya juga punya program memberi bantuan kepada warga yang tertimpa musibah. Seperti bagi-bagi sembako, pakaian, atau keperluan lainnya.
“Bantuannya ini, ya, murni dari donasi teman-teman. Bahkan banyak pula yang dari non-anggota yang percayakan bantuannya ke kita. Insyaallah amanah,” ujarnya.

Dibeberkannya, proses pengumpulan donasi di luar anggota. Hal itu sejauh ini biasanya melalui postingan di media sosial.
“Kalau untuk laporan itu agar lebih terpercaya. Semuanya kita up di fanpage Facebook kami. Yah, nama Fanpage-nya itu, Seumat-Sedekah Jumat Pinrang. Di situ lengkap laporan kegiatan kami,” bebernya.

Semua anggota pun berharap, komunitas ini bisa lebih banyak lagi merangkul orang-orang yang mau tergerak hatinya untuk peduli sesama. Sebab, di luar sana ada banyak orang yang masih membutuhkan uluran tangan para penderma.

Apalagi saat ini aktivitas pekerjaan kian padat. Jadi, jika memang tak punya waktu tetapi punya kemauan berbagi. Tak ada salahnya memberikan kepercayaan materi Anda di komunitas ini. (*/abg-zuk)

Loading...