Laode M. Syarif Tak Lulus Seleksi Capim KPK, , Ini Rencana Setelah Pensiun


FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif adalah nama kedua pimpinan lembaga antirasuah yang gagal maju ke tahapan selanjutnya dalam tes seleksi calon pimpinan KPK periode 2019-2023. Sebelumnya ada nama Basaria Panjaitan, dia juga tak lulus pada seleksi tes psikologi atau seleksi tahap ketiga.Namun, Laode mengaku tidak merasa kaget dirinya tak lolos seleksi Capim KPK jilid V. Pria kelahiran Sulawesi Tenggara ini mengaku wajar jika dia tidak lagi terpilih menjadi pimpinan KPK.“Perasaan saya biasa saja ketika tidak lulus ke 20 besar. Dari awal kan niatnya kalau lulus Alhamdulillah, tidak lulus juga tetap Alhamdulillah,” kata Laode di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (23/8).Pemilik gelar sarjana hukum dari Universitas Hasanuddin, LL.M dari Queensland University of Technology, Brisbane, dan Ph.D dalam hukum lingkungan hidup internasional dari Universitas Sydney, Australia itu mengaku setelah selesai di KPK ia ingin kembali mengajar.Namun, Laode menuturkan, dirinya akan tetap membantu serta mengawasi kinerja lembaga antirasuah meski tidak lagi menjadi pimpinan KPK. Dia pun mengaku masih akan konsen pada dunia antirasuah.“Bikin program antikorupsi, bantuin KPK dari luar, atau bantuin lembaga-lembaga antikorupsi lain di negara lain, bantuin beberapa organisasi internasional, dan mungkin masih banyak lagi,” ungkap Laode.Sebelumnya, Pansel Capim KPK akan mempertimbangkan dua peserta dari internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lulus tes profil asesmen untuk masuk ke bursa 10 besar. Pasalnya keberadaan peserta dari internal KPK penting untuk menjaga independensi lembaga tersebut.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar