Dana Bos Seret Dua Tersangka di Bone, Rugikan Negara Rp900 Juta

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone telah menetapkan bendahara SMAN 3 Watampone, berinisial M sebagai tersangka baru dalam kasus dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2016-2017.

Bendahara tersebut menambah daftar tersangka kasus tersebut. Setelah sebelumnya Mantan Kepala Sekolah (Kasek) SMA Negeri 3 Watampone berinisial H, lebih dahulu dijebloskan ke penjara.

Keduanya terbukti menyalahgunakan dana BOS yang totalnya Rp3,6 miliar. Pada tahun 2016 SMAN 3 Watampone menerima Rp1,6 miliar, lalu pada tahun 2017 pemerintah kembali menggelontorkan anggaran Dana BOS sebesar Rp2 miliar lebih.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bone, Nurni Farahyanti mengatakan, kasus ini sudah tahap penyidikan. Sisa pemberkasannya untuk dilakukan sidang. "Ada dua tersangka dalam kasus ini masing-masing inisial H dan M," katanya, kepada FAJAR kemarin.

Kata Noni sapaan karibnya, M diketahui merupakan Bendahara SMAN 3. Sedangkan H mantan kepala sekolahnya. Namun, yang pasti kasus dana bos ini merugikan negara Rp900 juta. Semuanya disalahgunakan, dan tidak diperuntukkan semestinya.

"Ada dibikin pertanggung jawaban fiktif. Pengadaan lab juga. Banyak pengadaaan baru tapi tidak ada fisiknya," jelas mantan Kajari Pangkep itu. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...