Jafar Umar Thalib Meninggal karena Serangan Jantung

Minggu, 25 Agustus 2019 - 19:27 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Mantan Panglima Laskar Jihad, Jafar Umar Thalib (JUT) mengembuskan nafas terakhir pada Minggu siang di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta. Dia meninggal dunia akibat serangan jantung.

Jafar Umar Thalib sejak hari Rabu lalu sudah dirawat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, akibat penyakit jantung yang dideritanya. Namun sejak masuk rumah sakit, kesehatannya terus menurun.

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan mengatakan pendiri pondok pesantren Ihya As Sunnah, Sleman, Yogyakarta tersebut mengembuskan nafas terakhir pada Minggu siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Kata Innalillahi wainna ilaihi rajiuun telah berpulang ke Rahmatullah Ustaz Jafar Umar Thalib langsung tersebar di beberapa grup jejaring sosial.

“Jenasah ustaz Jafar akan dimakamkan di Yogyakarta, dekat pondok pesantren Ihya As Sunnah yang terletak di Dusun Degolan, Sleman, Yogyakarta. Minggu malam jenasah akan diterbangkan dari Jakarta ke Yogyakarta. Informasinya akan dikebumikan sebelum siang,” ucapnya Minggu, (25/08/2019).

Lebih lanjut Michdan menuturkan sebelum menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Harapan Kita, JUT sempat terlebih dahulu mendapat perawatan di Rumah Sakit Cikini. Pihak keluarga sebelumnya berniat membawa Jafar Umar Thalib ke Malaysia untuk menjalani pengobatan. Namun terlebih dahulu dibawa ke Jakarta untuk terbang ke Malaysia.

“Beliau sedang sakit jantung, sedang mau berobat ke Malaysia. Karena mau ke Malaysia beliau dibawa ke Jakarta dulu,” akunya.

Lina Sukijo Pamerkan 45 Busana Syar’i, Tema Newspaper

Donald Trump Sebut Tak Melanggar, Jepang Bilang Pelanggaran Nyata

Kemah Budaya Nasional Berujung Petaka, Satu Tewas

Ketua Fraksi PKS Ariady Tanya Ada Apa dengan Kadir Halid

Membakar Lemak, Makan Cabai dan 6 Makanan Ini

Informasi tambahan Jafar Umar Thalib baru saja bebas dari vonis lima bulan penjara pada 28 Juli 2019 lalu. Dia divonis atas kasus kekerasan oleh Pengadilan Negeri Makassar pada 16 Juli 2019.

Kasusnya bermula ketika Henock Niki, warga Jalan Protokol Koya Barat, Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua memutar lagu kerohanian dengan volume keras pada 27 Februari 2019. Tiba-tiba, dia didatangi tujuh orang pria, salah satunya Jafar.

Jafar menegur Henock karena aktivitasnya mengganggu ibadah di masjid. Polisi mengatakan Jafar memerintahkan dua santrinya yang membawa pedang untuk memotong kabel pengeras suara di rumah Henock.

Kasus itu perujung ke meja hijau. Hingga akhirnya Jafar bersama enam pengikutnya ditangkap dan diadili.

Jafar Umar Thalib sebagai Panglima Laskar Jihad dan namanya disebut-sebut terlibat dalam kerusuhan Ambon. (edo)

Loading...