KPPU: SPM-SKM Gabung, Industri Tembakau Kecil Terancam

Minggu, 25 Agustus 2019 - 21:45 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kodrat Wibowo menilai penggabungan sigaret putih mesin (SPM) dan sigaret keretek mesin (SKM) mengancam industri tembakau kecil.

“Sebab, industri kecil tidak mampu mencapai tingkat produksi yang dipersyaratkan,” ujar Kodrat, Minggu (25/8).

Kodrat pun membandingkan wacana penggabungan SPM dan SKM dengan perspektif penerimaan negara.

Dia menambahkan, jika dilihat dari penerimaan cukai ke negara, penggabungan kemungkinan bisa untuk mengejar tujuan penerimaan negara.

“Namun, hal ini berarti mempertaruhkan keberlangsungan industri kecil. Ini menjadi pertanyaan dan bukan hanya saya saja yang prihatin atas keberlangsungan industri rokok golongan lebih kecil,” terang komisioner KPPU ini.

Kodrat pernah menjelaskan bahwa di industri tembakau ada kemitraan antara perusahaan besar dengan industri kecil. Industri kecil sebagai subkontraktor bagi perusahaan besar.

DBL 2019 Resmi Dihelat, Motor Terbaru Honda Dipamerkan

Market Share Kalla Toyota Terus Meningkat

Mercedes-Maybach S 600 Guard Rp7,3 M Mobil Dinas Jokowi

Kekeringan Melanda, Kementan Pastikan Stok Beras Terjaga

Kenal Pamit Pangkoopsau II Penuh dengan Kehangatan

“Kalau perusahaan besar melakukan oligopolisasi”praktis industri kecil kehilangan pasar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dosen Pascasarjana dan peneliti Universitas Padjajaran (Unpad), Mudiyati Rahmatunnisa mengungkapkan hal yang sebaliknya.

Berdasarkan simulasi yang dilakukan, jika penyederhanaan cukai diterapkan, implementasi penyederhanaan akan menyebabkan penurunan pendapatan negara dari cukai tembakau. Hal itu merupakan akibat dari penurunan volume produksi olahan tembakau.

“Asumsi penyederhanaan cukai tembakau berdampak pada peningkatan negara menjadi tidak mendasar,” terangnya. (jpnn)

loading...