UEA dan Arab Saudi Tak Ingin Amerika Serikat Serang Iran

Minggu, 25 Agustus 2019 - 16:22 WIB

FAJAR.CO.ID, TEHERAN– Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi disebut-sebut meminta Presiden AS, Donald Trump untuk tidak menyerang Iran. Arab 48 melaporkan Sabtu kemarin, mengutip sumber-sumber diplomatik dari kedua negara.

Arab 48 mengutip kolumnis Al-Monitor Ben Caspit yang mengatakan bahwa para pejabat intelijen dari Negara-negara Teluk mengatakan “kemungkinan UEA dan Arab Saudi,” melakukan perjalanan ke AS dan meminta Amerika untuk tidak menyerang Iran.

Israel, menurut Al-Monitor, tampaknya terlibat dalam misi menyampaikan pesan dari Negara-negara Teluk ke pemerintah AS pada menit terakhir seperti dilansir Iranian, Minggu, 24 Agustus.

Membahas alasan ini, Ben Caspit mengatakan Negara-negara Teluk takut membayar “harga tinggi” atas serangan AS yang “relatif kecil”.

Arab 48 juga menunjuk pada analisis Israel sebelumnya yang menyatakan, Israel sengaja menahan diri untuk tidak mengomentari eskalasi AS di Teluk karena peran Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam mengadvokasi invasi AS ke Irak pada tahun 2003.

English First Bagikan Kiat Mendidik Anak bagi Orang Tua

Anus Gatal, Kenali Jamur Candida sebagai Penyebab

Ratu Adil

Muhaimin Cari Masukan Kiai untuk Calon Sekjen PKB

Anak-anak Korban 40.000 Jiwa Tuntut Ganti Rugi dari Belanda

Situs web berita mencatat bahwa Netanyahu – yang pada waktu itu adalah warga negara – mengambil bagian dalam pertemuan Kongres sebelum invasi tahun 2003 dan mengklaim bahwa rezim Presiden Irak, Saddam Hussein harus digulingkan karena sedang mengembangkan senjata nuklir.

Karena itu, Al-Monitor mengatakan, Netanyahu tidak ingin terlihat seolah-olah dia mendorong AS untuk melakukan aksi militer terhadap Iran, sebuah usaha yang bisa sama-sama berhasil atau gagal.

Dalam konteks ini, Netanyahu telah berusaha untuk menjaga hubungannya dengan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton seminimal mungkin. Sebuah sumber informasi mengatakan kepada Al-Monitor bahwa Netanyahu secara pribadi berharap bahwa Presiden Trump akan mengizinkan serangan terhadap Iran, tetapi menahan diri untuk tidak menyiarkan sentimen ini di depan umum.

Loading...