Ganti Rugi Bendungan Paselloreng Lambat, Warga Mengadu ke Dewan

Senin, 26 Agustus 2019 21:30
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, SENGKANG –– Sejumlah warga dari Kecamatan Gilireng Kabupaten Wajo mendatangi Gedung DPRD Wajo, Senin, 26 Agustus. Mereke mengadukan keterlambatan pembayaran ganti rugi lahan Bendungan Paselloreng.Kordinator aspirasi, Andi Miswar mengatakan, banyak masyarakat dari Desa Paselloreng sudah lama menanti pembayaran ganti rugi tanahnya, yang digunakan dalam pembangunan megaproyek Bendungan Paselloreng.”Kita selalu di janji-janji dari tahun 2018 lalu. Segera diagendakan pembayaran. Dana sudah siap, tinggi administrasi. Tapi sampai sekarang belum dilakukan,” keluhnya.Karena kekecewaan tersebut. Pihak bersamaan warga lainnya yang tergabung dalam Pemuda dan Masyarakat Desa Paselloreng, mengancam menghentikan pengerjaan proyek senilai Rp701 miliar itu.”Jikka memang tidak ada kejelasan kapan cairnya ini pembayaran ganti rugi, maka kami akan tutup Bendungan Paselloreng,” tegasnya.Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Wajo, Zainuddin AS berharap, pihak terkait segera menyelesaikan pembayaran ganti rugi lahan warga. Supaya megaproyek tersebut segera difungsikan dan dinikmati oleh petani.”Masyarakat juga harus bersabar juga. Karena dalam pembebasan lahan tentu ada proses bertahap, sehingga membutuhkan waktu,” pungkasnya.Sementara, Sekretaris Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Bendungan Paselloreng, Andi Akhyar Anwar yang turut hadir menyampaikan, tuntutan pembayaran ganti rugi yang disampaikan oleh dalam aspirasi ini. Tergabung dalam rencana pembayaran ganti kerugian pengadaan tanah 322 bidang dengan luas 1.573.580 m2 atau 157.358 hektare.

Bagikan berita ini:
9
10
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar