Javad Zarif Mendadak Hadir di Prancis saat KTT G7 Berlangsung

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BIARRITZ– Pesawat Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif melakukan pendaratan mengejutkan di Biarritz pada hari Minggu, di mana KTT Kelompok Tujuh (G7) sedang berlangsung.

Ini membuat spekulasi atas kembalinya pesawat yang tidak dijadwalkan ke Prancis. Kementerian luar negeri Iran telah mengkonfirmasi Javad Zarif telah tiba di Biarritz untuk mengadakan pembicaraan atas undangan kementerian luar negeri Prancis. Namun, “Tidak akan ada pertemuan atau pembicaraan dengan delegasi Amerika,” kata pernyataan itu seperti dilansir Iranian, Senin, 26 Agustus.

Delegasi Iran berencana untuk mengadakan pertemuan di sela-sela KTT G7, sumber-sumber diplomatik barat juga mengatakan. Presiden Prancis, Emmanuel Macron dilaporkan akan terlibat dalam pertemuan sambilan, setelah ia mengatakan kepada para wartawan di KTT, bahwa ia berencana untuk terus mengadakan pembicaraan dengan Teheran dalam beberapa minggu mendatang mengenai program nuklir Iran.

Laporan menunjukkan Macron dapat menekan Trump untuk memulai kembali program pengabaian minyak Iran.

Dia dan Zarif mendiskusikan langkah maju beberapa hari yang lalu di Paris. Juga harus diingat bahwa Zarif saat ini berada di bawah sanksi departemen Keuangan AS.

Lebih jauh, baru-baru ini terungkap bahwa bulan lalu Javad Zarif menolak undangan rahasia untuk bertemu dengan Presiden Trump yang melibatkan mediasi Rand Paul.

Saat ini, ada spekulasi tentang kemungkinan Javad Zarif atau perantara Iran terlibat dengan para pejabat AS atau bahkan Trump di sela-sela KTT.

La Ode Ida Tokoh Sulteng Ingatkan Jokowi Tak Gegabah

Sekolah Indonesia Mekah Peringat HUT RI, Ini Suasananya

Hero Supermarket Investasi Setengah Triliun untuk Ekspansi

Sistem Zonasi Haji Buat Psikologi Jemaah Lebih Nyaman

FGTHSNI Tegaskan Niat Mendikbud Muhadjir Wajib Didukung

Kehadiran Javad Zarif yang tak terduga bisa menjadi bagian dari prakarsa Prancis untuk menekan Washington untuk memulai kembali program pengabaian minyak, yang telah memungkinkan delapan negara untuk terus mengimpor minyak mentah Iran berdasarkan kondisi kondisional.

Macron mengatakan pada hari Minggu tepat ketika pesawat Javad Zarif mendarat bahwa para pemimpin G7 “melakukan diskusi tentang Iran dan yang memungkinkan kami untuk membangun dua jalur yang sama: tidak ada anggota G7 yang menginginkan Iran untuk mendapatkan bom nuklir dan semua anggota G7 adalah sangat melekat pada stabilitas dan perdamaian di kawasan ini,” katanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...