Sistem Zonasi Haji Buat Psikologi Jemaah Lebih Nyaman

FAJAR.CO.ID, MEKAH - Sistem zonasi penempatan jemaah haji Indonesia bakal tetap dipertahankan pemerintah. Hal tersebut sesuai hasil evaluasi dari Kementerian Agama.

"Hasil evaluasi awal dengan jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, sistem zonasi akan dipertahankan pada musim haji mendatang," terang Sekjen Kemenag, M Nur Kholis Setiawan dalam keterangannya di Makkah, Minggu (25/8).

Tahun ini, kali pertama Kementerian Agama memberlakukan sistem zonasi di Makkah. Ada tujuh zona hotel jemaah, yaitu Syisah, Syisyah-Raudlah, Mahbas Jin, Raudlah, Misfalah, Jarwal, dan Rey Bakhsy.

"Sistem ini dinilai efektif. Secara psikologis jemaah terlihat lebih nyaman dan percaya diri karena kumpul dengan komunitasnya," ujarnya.

Sistem zonasi haji juga memudahkan petugas, salah satunya dalam penyajian menu katering sesuai khas daerahnya.

Meski demikian, dia menyampaikan bahwa ada sejumlah catatan penguatan ke depan. Salah satunya, konfigurasi petugas. Ini mencakup komposisi petugas yang lama dan baru, lintas instansi, termasuk juga komposisi daerah.

FGTHSNI Tegaskan Niat Mendikbud Muhadjir Wajib Didukung

Gaji Guru Honorer Mulai Naik Bulan Depan, Ini Angkanya

Dunia Sandang

Masa Kerja Pansus Angket Berakhir, Ini Instruksi Pimpinan ke Seluruh Anggota DPRD Sulsel

Mata Uang Facebook, Libra Ditinggalkan Pendukungnya

"Beberapa kejadian tahun ini, ada sejumlah jemaah yang lupa arah jalan pulang hingga sampai zona yang berbeda. Kadang ada kendala bahasa saat akan mengidentifikasi asal sektor dan hotelnya," terang Nur Kholis.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...