Bendera Bintang Kejora Dikibarkan di Kantor Bupati Deiyai

Media setempat melaporkan setidaknya lima prajurit TNI telah diskors, dan akan diseret ke pengadilan militer terkait kasus di asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

Bermodal Pistol Korek Api dan Borgol Mainan, Polisi Gadungan Ancam Warga

Presiden Hassan Rouhani Tak Tertarik Dialog dengan Trump

Gelombang di Selat Makassar Capai Empat Meter

Legislator Senayan Tuding Kritik Pansel Capim KPK Salah Arah

Warga Temukan Granat Peninggalan Zaman Belanda

Bergeser ke tuntutan referendum

Aksi-aksi ini semakin berkembang dan tampaknya bergeser ke tuntutan untuk menggelar referendum bagi rakyat Papua.

Menurut Gubernur Papua, Lukas Enembe, tuntutan referendum itu merupakan "aspirasi rakyat".

"Orang Papua memiliki harga diri dan martabat. Tindakan rasis tidak kita inginkan di setiap negara termasuk Indonesia," katanya usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Senin (26/8/2019).

Tindakan rasis yang dia maksudkan itu merujuk ke aksi serangan terhadap asrama mahasiswa Papua di Surabaya, ketika ada oknum yang melontarkan kata "monyet" kepada para mahasiswa Papua.

Video kejadian dengan kata-kata "monyet" yang jelas terdengar itu beredar luas di Papua dan menyulut kemarahan warga di sana. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...