Ibu Kota Republik Indonesia Pindah, Intip 4 Negara Ini

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ibu Kota Republik Indonesia (RI) telah diputuskan akan pindah ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Hal tersebut telah diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Senin (26/8).

Seperti disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, pemerintah berharap pada akhir tahun 2020, ibu kota baru sudah mulai dilakukan konstruksi. Sehingga paling lambat pada 2024 proses pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur sudah dilakukan.

Menurut Bambang, pengumuman lokasi ibu kota baru yang telah disampaikan Presiden Jokowi akan segera ditindaklanjuti dengan terutama penentuan lokasi yang tentunya akan melibatkan gubernur. Kemudian, pemerintah juga bakal menyiapkan naskah akademik yang menjadi dasar dari Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk ibu kota Republik Indonesia baru tersebut.

“Tentunya 2020, tahun depan, ini adalah fase persiapan sampai finalnya, maksudnya persiapan itu sudah selesai pada 2020. Baik itu dari masterplan-nya, urban design-nya, building design-nya, desain bangunannya, sampai kepada dasar perundang-undangan terutama RUU-nya. Dan kemudian menyiapkan apakah penyiapan lahan sehingga pembangunan infrastruktur sudah bisa dimulai akhir 2020,” kata Bambang seperti dikutip JawaPos.com (grup fajar.co.id) dari laman Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Senin (26/8) sore.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa rencana pemindahan ibu kota sudah digagas sejak lama, bahkan sejak era presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Terkait munculnya banyak pertanyaan mengapa harus pindah, Presiden Jokowi memberikan sejumlah alasan perlunya pemindahan ibu kota. Pertama, menurut presiden, beban Jakarta saat ini sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa. Selain itu ada airport (bandar udara) dan pelabuhan laut yang terbesar di Indonesia.

Kedua, beban Pulau Jawa yang semakin berat dengan penduduk sudah 150 juta atau 54 persen dari total penduduk Indonesia dan 58 persen PDB ekonomi Indonesia itu ada di Pulau Jawa, dan Pulau Jawa sebagai sumber ketahanan pangan.

“Beban ini akan semakin berat bila ibu kota pemerintahan pindahnya tetap di Pulau Jawa,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden menegaskan, tidak bisa terus-menerus membiarkan beban Jakarta dan beban Pulau Jawa yang semakin berat dalam hal kepadatan penduduk, kemacetan lalu lintas yang sudah telanjur parah, dan polusi udara dan air yang harus segera ditangani.

Terkait perpindahan ibu kota Republik Indonesia, diketahui bukan hanya Indonesia yang bakal melakukannya. Beberapa Negara lain bahkan sudah melakukan hal yang sama.

1. Kazakhstan

Bangunan yang identik dengan Ibu Kota Kazhakstan, Khan Shatyr (Advantour)

Negara yang pernah melakukan perpindahan ibu kota, dikutip dari BBC, adalah Kazakhstan. Pada 1997, Presiden Nursultan Nazarbayev memutuskan untuk memindahkan ibu kota dari Almaty ke Astana atau dulunya dikenal dengan Aqmola.

Perpindahan ibu kota Kazakhstan dari Almaty ke Astana sendiri diketahui sejauh 1.200 km ke arah utara. Pemindahan ibu kota Kazakhstan melibatkan arsitek dari seluruh dunia untuk membangun dari nol hingga saat ini menjadi pusat pemerintahan.

Salah satu landmark yang paling mencolok adalah Khan Shatyr, bangunan hotel berbentuk tenda terbesar di dunia. Dirancang oleh Norman Foster, hotel ini memiliki pusat perbelanjaan indoor dan kompleks hiburan yang mewah.

Selain Khan Shatyr, ada juga menara Baytarek, yang menyerupai telur yang bertengger di atas pohon. Memiliki dek observasi dengan pemandangan landmark lainnya yang baru dibangun. Area tersebut juga termasuk istana presiden, sebuah gedung putih dengan kubah yang dicat biru. Di sebelahnya adalah Central Concert Hall, struktur pirus meniru pesawat ruang angkasa.

Perpindahan ibu kota Kazhakstan juga didukung oleh sektor minyak yang sedang maju. Ekonomi Kazakhstan setelah berpindah ibu kota dikatakan tumbuh sebesar 4,8 persen pada 2018.

2. Brasil

Land Mark Ibu Kota Brasil, Brasilia (TravelChannel)

Negara lain yang melakukan perpindahan ibu kota adalah Brasil. Brasil memindahkan ibu kota lamanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia. Rio de Janeiro dianggap terlalu ramai, padat, dan kumuh sehingga dianggap kurang pas sebagai ibu kota negara. Jadi pemerintah memutuskan untuk membuat kota baru yang dikembangkan secara khusus untuk menjadi ibu kota yakni Brasilia.

Brasilia lahir pada 21 April 1960. Empat tahun setelah kerja keras arsitek, insinyur, dan perencana kota, khirnya ibu kota Brasil resmi dipindahkan. Brasilia menempati lahan sekitar 1.100 km dan dibagi menjadi beberapa blok bernomor untuk navigasi yang lebih mudah seperti sektor hotel, sektor kedutaan, dan sektor lainnya.

Dikutip dari laman Forbes, perpindahan ibu kota Brasil ke Brasilia cukup membawa dampak yang positif bagi pertumbuhan ekonomi walaupun agak lambat. Berdasarkan pandangan analis Morgan Stanley, pertumbuhan GDP di Brasilia secara aktual tumbuh 1 persen dari tahun ke tahun dan konsensus 1,1 persen dari tahun ke tahun.

Sementara PDB naik 0,2 persen pada kuartal kedua 2018 lalu, tetapi bisa lebih baik jika bukan karena pemogokan yang mengganggu oleh pengemudi truk dan pengemudi individual yang memprotes kenaikan biaya bahan bakar.

3. Malaysia

Ibu Kota Malaysia, Putra Jaya (TripAdvisor)

Selain Kazakhstan dan Brasil, negara di Asia lainnya juga pernah memindahkan ibu kotanya yakni Malaysia. Malaysia memindahkan ibu kota lamanya Kuala Lumpur ke Putra Jaya.

Ibu kota Malaysia sebelumnya adalah Kuala Lumpur. Kota ini menjadi pusat utama bagi kegiatan kebudayaan, bisnis serta keuangan di Malaysia. Pada 2001, pusat pemerintahan persekutuan Malaysia dipindahkan dari Kuala Lumpur ke kota baru Putrajaya yang terkadang disebut sebagai ibu kota persekutuan. Kedua kota tersebut, bersama Labuan, mempunyai status Wilayah Persekutuan Malaysia.

4. Myanmar

Land Mark Ibu Kota Myanmar, Naypyidaw (AsiaTourAdvisor)

Negara Asia lain yang juga memindahkan ibu kotanya adalah Myanmar. Myanmar memindahkan ibu kotanya dari Yangon ke Naypyidaw tahun 2005 silam. Ibu kota baru Myanmar, Kota Naypyidaw disebut memiliki luas yang empat setengah kali lebih besar dari London, yaitu sebesar 7.054 kilometer persegi.

Budaya Toraja Tak Sekadar Dinikmati, Tetapi Jadi Perekat Bangsa

Dandim 1409 Gowa Ajak Personelnya Perangi Narkoba Minimal di Lingkungan Keluarga

Republik Islam Iran Kirim Kapal Perang Sahand ke Teluk Aden

Kasus Korupsi Mandek di Polres Parepare, Lima Tersangka Bebas Melenggang

Rektor Asing, Guru Besar UI: Saya Salut Sekaligus Minta Maaf…

Alasan Myanmar memindahkan ibu kota ke sekitar 370 km di pedalaman dari kota terbesar, Yangon, tidak pernah diungkapkan sepenuhnya secara jelas. Menteri informasi mereka mengatakan kepada BBC pada waktu itu, pemindahan ibu kota lebih karena lokasi yang lebih strategis.

Mereka mengatakan ada kemungkinan militer takut akan invasi asing, atau menginginkan lebih banyak kontrol atas etnis minoritas di wilayah perbatasan. Pihak lain menyebut, para pemimpin Myanmar yang terkenal penuh rahasia hanya mengulangi kebiasaan raja-raja Burma pada masa prakolonial, yang membangun kota-kota baru dan istana-istana berdasarkan saran dari peramal.

Kota ini memiliki semua ciri khas ibu kota yang terencana. Sebut saja jalan yang mengarah dari parlemen ke istana presiden memiliki lebar 20 jalur; pusat perbelanjaan mewah, dan hotel-hotel megah yang kosong berjejer di jalanan. Ada juga taman safari, kebun binatang, dan setidaknya tiga stadion. Tidak seperti bagian lain dari Myanmar, ibu kota baru tak pernah mengalami pemadaman listrik. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...