Klinik Kecantikan Keisha Raih Dua Penghargaan Nasional

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Klinik Kecantikan Keisha mendapatkan dua penghargaan nasional. Yakni, penghargaan most recommended and service excellent untuk kategori beauty clinic 2019 dan the best aesthetic clinic 2019.

Penghargaan itu diraihnya di Jakarta baru-baru ini. Rasa senang pastinya dirasakan pemilik klinik, dr Rina Elvia Lubis MGBT. Klinik tersebut ada dua. Pertama berlokasi di Jalan Sungai Saddang Baru nomor 57D, Kota Makassar, dan ada juga di Jalan Panglima Polem, Kota Langsa, Provinsi Aceh.

“Alhamdulillah, saya dihubungi dari pusat penghargaan Indonesia bahwa Klinik Keisha mendapatkan dua penghargaan sekaligus. Itu artinya pelayanan di klinik kami dinilai cukup baik terhadap customer,” kata dr Rina Elvia Lubis MGBT, Selasa (27/8/2019).

Istri Kompol Ananda Fauzi Harahap yang saat ini menjabat Kapolsek Panakkukang itu, mengatakan, penghargaan the best aesthetic clinic 2019 yang diraihnya tidaklah mudah. Yakni dinilai aesthetic klinik Keisha yang paling lengkap dengan kualitas dari produknya maupun treatmentnya. Klinik yang dirintis sejak tujuh tahun lalu di Aceh berhasil membuka cabang di Makassar sejak 2017 ini dinilai memiliki pelayanan kesehatan kecantikan sangat baik.

Penghargaan ini sendiri diberikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani.

“Yah kita ingin pasien di sini cantik juga sehat. Di sini ada treatment untuk wajah seperti facial pengencangan, botox, tanam benang kita menggunakan produk yang sudah teregistrasi dari Kemenkes jadi kita pakai produk resmi baik untuk di klinik ataupun untuk pasien bawa pulang,” jelasnya.

Kata Rina dalam praktiknya pihaknya menggunakan produk dengan brand sendiri punya produk dengan brand K aesthetic yang sudah terdaftar di BPOM juga beberapa produk resmi lainnya. “Ke depannya kita mau rilis produk dan produksi lagi sementara diuji BPOM agar bisa dapat notifikasi ijinnya,” pungkasnya.

Saat ditanya maraknya praktik kecantikan yang ilegal dan menggunakan jasa pekerja yang tidak memiliki kompetensi dirinya mengaku menyayangkan hal itu.

“Kalau menanggapi yang marak kayak dokter palsu itu memang sudah jelas malanggar karena di tidak punya kompetensi, tidak surat ijin praktiknya, produknya juga masih belum tentu teregistrasi. Wajah itu kan aset, kalau kita sembarang melakukan tindakan itu bahaya. Jadi, masyarakat yang ingin melakukan perawatan baiknya ke orang yang punya kompetensi tempatnya punya ijin praktik. Pasienlah yang pinter-pinter,” pungkasnya.

Dijelaskannya untuk melakukan tindakan medis beda dengan tindakan aesthetic saja kayak facial itukan ada di Salon tetapi kalau untuk salon harus punya izin juga. “Perawatan kecantikan itu macam-macam ada yang hanya perawatan facial saja itu bisa di salon, ada lagi kayak home treatment itu ada dipilih,” jelasnya.

Ada yang perawatan kecantikan itu yang harus medik aesthetic itu harus dilakukan tenaga medis yang memang sudah punya kompetensi untuk melakukan perawatan. Untuk melakukan injeksi filler botox dokter juga harus punya izin praktik.

“Saya pun misalnya dapat panggilan ke daerah lain untuk melakukan praktek juga itu saya bisa kena malpraktik karena saya hanya punya ijin di Keisha Klinik Makassar dan Aceh,” bebernya. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...