Ratusan Ribu Hoaks Adu Domba Bertebaran Sejak Rusuh Papua

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara menyebut ratusan ribu hoaks bertebaran sejak kejadian rusuh di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8).

Hingga kini, hoaks berpotensi terus dibuat sehingga Kemenkominfo melakukan pembatasan internet di area Papua dan Papua Barat.

“Di dunia maya ada 230.000 URL yang memviralkan hoaks. Saya ada catatannya,” ucap Rudiantara saat ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Rudiantara membeberkan, dari ratusan ribu hoaks, paling banyak tersebar di media sosial seperti Twitter dengan konten berisi adu domba sesama anak bangsa.

“Jadi, yang paling banyak Twitter. Itu, kan, masif. Artinya kalau kontennya yang sifatnya hoaks itu macam-macam, ada berita bohong, menghasut, yang paling parah mengadu domba,” ungkap dia.

Paling Lambat 2024, Proses Pemindahan Ibu Kota Baru Dimulai

Ibu Kota Baru

Penasihat Mengundurkan Diri, KPK Tak Permasalahkan

Ganti Rugi Bendungan Paselloreng Lambat, Warga Mengadu ke Dewan

Hasil Survei, 94,7 Persen ASN Menolak Ibu Kota Dipindahkan ke Kalimantan

Rudiantara mengaku belum tahu pembatasan internet di Papua dan Papua Barat akan berakhir. Dia hanya menyebut pembatasan berakhir secepatnya.

Atas pembatasan internet, Rudiantara menyadari, banyak warga yang kesulitan. Terutama kalangan dunia usaha karena terganggu komunikasinya atas pembatasan internet. Mewakili pemerintah, Rudiantara menyampaikan permintaan maaf.

“Saya juga menyampaikan. Saya meminta maaf kepada teman-teman yang terdampak ini. Namun, sekali lagi, ini bukan hanya saya dan ini kepentingan bangsa,” pungkas dia. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...