Rektor Asing, Guru Besar UI: Saya Salut Sekaligus Minta Maaf…

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana memberikan sindiran pedas kepada Menristekdikti Mohamad Nasir terkait rektor asing. Menteri Nasir telah memperkenalkan Prof Jang Youn Cho asal Korea Selatan sebagai rektor asing Universitas Siber Asia.

Namun ternyata Universitas Siber Asia merupakan perguruan tinggi baru di Indonesia.

“Saya salut sekaligus meminta maaf kepada menristekdikti karena selama ini menganggap tidak mungkin rektor asing memimpin sebuah universitas di Indonesia. Namun ternyata Universitas Siber Asia, bila melihat laman dari Universitas Nasional, merupakan universitas baru,” kata Hikmahanto dalam keterangannya, Senin (26/8).

Universitas Siber Asia berada di bawah naungan Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) yang saat ini menaungi Universitas Nasional, baru menerima izin prinsip pendirian.

Artinya saat ini Universitas Siber Asia belum menerima mahasiswa. Universitas Siber Asia harus berjuang keras untuk memperoleh ranking 100 dunia dalam 5 tahun ke depan mengingat masa jabatan rektor biasanya 5 tahun.

Universitas Siber Asia ternyata bukan perguruan tinggi murni Indonesia. Mengingat universitas ini merupakan kerja sama antara YMIK dengan Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan.

Berenang, Hindari Risiko Fatal hingga Kematian

Profesor Cho Rektor Asing Pertama di Indonesia, Ini Kampusnya

Anggota DPRD Buton Selatan Periode 2019-2024 Dilantik 1 Oktober, Ini Daftarnya

Penajam Paser Utara Jadi Ibu Kota Negara, Bupati Bilang Ini

Sakit, Warga Kabupaten Gowa Ini Ditandu 5 Kilometer karena Jalan Rusak Parah

“Menjadi pertanyaan apakah ke depan Universitas Siber Asia akan mampu masuk 100 ranking dunia sebagaimana yang diharapkan oleh presiden. Terlebih yang diharapkan presiden sebenarnya adalah PTN,” tuturnya.

Agar Indonesia memiliki universitas yang masuk dalam ranking 100 dunia, lanjutnya, ada baiknya presiden memberi kesempatan kepada Prof Mohamad Nasir untuk menjabat sekali lagi sebagai menristekdikti.

“Ini untuk memastikan kebijakan yang dimulai oleh Prof M Nasir hari ini tetap dijalankan untuk 5 tahun ke depan. Pada gilirannya PTN akan mendapatkan rektor asing sebagaimana Universitas Siber Asia,” pungkasnya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar