Setahun, Utang Pemerintah Bertambah Rp346 T

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Dalam setahun utang pemerintah bertambah sebesar Rp346 triliun. Hingga akhir Juli 2019 mencapaiRp4.603 triliun.Utang terbesar disumbang dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp3.820,9 triliun, naik dari periode sebelumnya di bulan Juli tahun lalu yang mencapai Rp3.467,52 triliun.Adapun rincian utang dari pinjaman luar negeri Rp775,3 triliun, pinjaman dalam negeri Rp7,42 triliun, dan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp3.820,9 triliun.Dengan demikian, terjadi peningkatan atas jumlah utang pemerintah pada Juli 2019 dibandingkan bulan sebelumnya, hal ini karena adanya peningkatan utang dari SBN domestik.Meski demikian, utang pemerintah masih diklaim aman, di mana adanya realisasi rasio defisit per produk domestik bruto (PDB) yang sebesar 1,14 persen. Angka ini masih jauh berada di bawah batas aman 3 persen. Juga realiasi rasio posisi utang sebesar 29,51 persen yang juga berada di bawah batas aman 60 persen.Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, bahwa utang merupakankonsekuensi dari APBN yang mengalami defisit karena penerimaan pajak yang belum optimal.”Masyarakat banyak yang belum patuh membayar pajak,” ujar Pieter, Senin, 26 Agustus.Di sisi lain, menurut Pieter, masyarakat menuntut banyak kepada pemerintah seperti infrastruktur yang tersedia, pendidikan dan kesehatan yang terjamin.”Tidak bisa semuanya diwujudkan secara serentak sementara masyarakat tidak bayar pajak. Sebab semua fasilitas yang diberikan pemerintah ada dan gratis,” ucap Pieter.

  • Bagikan